Sabtu, 18 08 2018
Polisi Israel Tutup Seluruh Gerbang Masjid Al-Aqsa | Manuver Sandiaga Dinilai Bisa Bajak Pendukung Jokowi | Dari Mekkah Habib Rizieq Beri Pesan dalam Launching HRS Center | Pembina dan Pelatih Kwarcab Pramuka 0404 Bengkalis Raih Penghragaan | Peringati Hari Pramuka, Ini Pesan Bupati Amril | Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Menarik Perhatian Ribuan Warga
 
Politik
Pilpres 2019
Kisruh Jenderal Kardus, PAN: Tuduhan Andi Arief Jahat Sekali

Politik - - Kamis, 09/08/2018 - 09:46:45 WIB

SULUHRIAU- Partai Amanat Nasional (PAN) sangat tersinggung dengan pernyataan Wasekjen Demokrat Andi Arief.

Andi menyebut, Sandiaga Uno menyiapkan Rp500 miliar untuk PAN termasuk PKS, agar dipilih menjadi cawapres Prabowo. Andi pun mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo adalah jenderal kardus.

"Tuduhan Andi Arief itu jahat sekali," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo, dalam siaran persnya, Kamis 9 Agustus 2018.

Dradjad memastikan, PAN tidak pernah bertemu Sandiaga. Hingga pagi ini, jelang Rakernas, belum ada pertemuan itu. Sehingga tudingan memberi uang mahar dengan nilai sebesar itu, tidak masuk akal.


"Calon PAN untuk dipasangkan dengan mas Prabowo masih tetap bang Zul (Ketum PAN zulkifli Hasan). Silakan saja dilihat nanti dalam Rakernas PAN," kata Dradjad.

Diakui Dradjad, Sandiaga Uno memang salah satu yang diusulkan oleh Gerindra. Atas usulan itu, menjadi bahan pertimbangan untuk PAN.

"Tapi ranking-nya di internal PAN di bawah bang Zul. Kami juga belum tahu apakah Sandi akan mundur dari Gerindra dan /atau masuk PAN. PAN khususnya pak Amien Rais juga terus berkonsultasi dengan ulama dan habaib yang banyak sekali berdatangan ke kediaman pak Amien," kata Dradjad.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief berang terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus!

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief mengatakan Prabowo mementingkan uang pada Pilpres 2019 ketimbang perjuangan. Andi Arief membawa-bawa nama Sandiaga Uno.

"Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," sebut Andi Arief.

"Benar-benar jenderal di luar dugaan," imbuhnya.

Andi belum berbicara detail soal perkara yang membuatnya marah ke Prabowo. Diduga karena duet Prabowo-Sandiaga menguat.

Sumber: viva.co.id, detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved