Senin, 19 November 2018
Buka Asistensi, Wabub Ingatkan OPD Penuhi kewajiban Keuangan Pajak | Hanya 227 Peserta Tes CPNS Pemko Pekanbaru Lulus Passing Grade SKD | Ini Penampakan Ular Piton Besar Ditangkap Warga Rohul | Empat Anggota DPRD Pekanbaru PAW Dilantik dan Diambil Sumpah | Sekda: ASN Meranti Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat | Heboh! Tahanan Pria Potong Alat Vitalnya Lalu Buang ke Kloset
 
Metropolis
Warga Putri 7 Tetap Lestarikan Tradisi Makan Bersama Saat Idul Adha

Metropolis - - Rabu, 22/08/2018 - 13:50:04 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Warga Perumahan Putri Tujuh RW 03 RT 5, 6 dan 7 Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, konsisten petahankan tradisi Idul Adha dengan makan bersama di mushalla usai penyembelihan hewan quban.

Hingga Idul Adhan 1439 H/2018 M, tradisi ini masih tetap dilaksanakan dengan penuh suka cita dan penuh makna.

Dimana, masyarakat setempat beramai-ramai datang ke Musalla Ukhwatun untuk makan bersama setelah sebagian daging qurban dimasak. Jemaah disinipun biasanya tidak menunda-nunda pelaksanaan qurban tepat pada hari H Idul Adha, sama dengan Idul Adha hari ini Selasa (22/8/2018), usai shalat Idul Adha di halaman SDN 184 Putri Tujuh, warga bergegas menyembelih hewan kurban.

Makan bersama dilaksanakan usai shalat Zuhhur. Diakui, bagi sebagian masyarakat muslim, Hari Raya Idul Adha tidak sekedar shalat dan menyembelih hewan qurban. Namun, lebih dari itu, sepeti dilakukan masyarakat ini dengan tujuan merekat silaturrahmi.

Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, warga pada dasarnya juga melakukan dengan sifat gotong royong tampa menghilangkan ketentuan pelaksanaan qurban sesuai syariatnya.

Tahun ini Mushalla Ukwatun menyembelih 7 sapi dan tiga kabing (akikah).

Ketua Panitia kurban Musalla Ukhwatun M Anton Damanik mengatakan, tradisi makan bersama usai salat Zuhur ini sudah menjadi kesepakatan jemaah dalam rapat penyelenggaraan qurban.

Tradisi inipun sudah berlangsung lama bagi jemaah Musalla Ukhwatun di lingkungan tiga rukun tetangga (RT 5, 6 dan 7,red).

Tokoh masyarakat setempat Drs M Yasin sebelum acara makan bersama dimulai mengatakan, kebersamaan seperti ini (makan bersama red) sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga putri tujuh khususnya jamaah musalla ukhwatun.

Sebelum makan bersama diawali dengan doa selamat dan syukuran. Bahkan disandingkan dengan hajat aqiqah anak dari jemaah dan doa untuk jemaah yang sudah meninggal dan orang-orang mukmin. "Acara ini bukan pandai-pandai panitia qurban atau tokoh masyarakat saja, melain hasil musyawarah dengan semua jemaah dalam kesekapatan rapat," tegasnya.

Sekitar 95 persen jemaah Ukhwatun hadir makan siang, bukan hanya orangtua tetapi juga anak-anak mereka, semua berbaur menikmati hidangan dimasakkan sendiri ibu-ibu mereka.(krl)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved