Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Internasional
Cegah Utang Bengkak, Malaysia-Singapura Sah Tunda Proyek Kereta Cepat

Internasional - - Kamis, 06/09/2018 - 11:58:40 WIB

SULUHRIAU- Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan menandatangani perjanjian penundaan proyek kereta kecepatan tinggi, pada Rabu waktu setempat, (5/9/2018).

Dikutip Viva dari Business Insider, Kamis (6/9/2018), dalam kesepakatan tersebut disebutkan bahwa kedua negara setuju untuk menunda proyek kereta kecepatan tinggi hingga 31 Mei 2020.

Dalam bleid tersebut, Malaysia sebagai pihak yang mengajukan penundaan proyek setuju untuk menanggung biaya keterlambatan dan membayarkannya pada Singapura sebesar 15 juta dolar Singapura pada akhir Januari 2019.

Biaya ketelambatan tersebut harus dibayarkan akibat dari kegagalan dari pelaksanaan proyek yang telah disepakati oleh kedua negara.

Dalam seremoni penandatanganan kesepakatan tersebut turut hadir Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail.
 
Sebelumnya, layanan kereta kecepatan tinggi antara Singapura dan Kuala Lumpur diharapkan dapat beroperasi pada 31 Desember 2026, namun karena ada penundaan proyek tersebut diperkirakan selesai 1 Januari 2031.

Perlu diketahui, saat ini utang pemerintah Malaysia mencapai lebih dari satu triliun ringgit atau sekitar US$251,32 miliar. Uang tersebut, setara Rp3,514 triliun atau 80 persen dari Produk Domestik Bruto Malaysia.

Dengan pembatalan sejumlah proyek infrastruktur tersebut Malaysia perkirakan akan menghemat beban utang negara hingga sebesar US$50,26 miliar.

Sumber: viva.co.id | Editor :Jandri

Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved