Minggu, 16 Desember 2018
Tenggelam 2 Hari Lalu, Warga Koto Tibun Ditemukan di Desa Terantang | Pengamat: Gaji Naik 5%, Jangan Jadi PNS kalau Mau Enak | Mobil Listrik Setara 1.900 Tenaga Kuda Lahir 2019 | Mobil Ketua DPC Gerindra Dilempar Batu, Begini Kondisinya | JPU Tuntut Mati 3 Kurir 55 Kg Sabu-sabu dan 46.716 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis | Kadiskominfotik Bengkalis Serahkan Email Sanapati ke-11 Kecamatan
 
Internasional
Wartawan Khashoggi Dikabarkan Dibunuh di Konsulat Saudi

Internasional - - Kamis, 11/10/2018 - 08:40:06 WIB

SULUHRIAU- Kabar terkait hilangnya Jamal Khashoggi (59) semakin mengerikan. Wartawan Arab Saudi itu kabarnya dibunuh di kantor Konsulat Saudi di Istanbul dengan cara dimutilasi.

Dilansir CNN dari the New York Times, Kamis (11/10/2018), informasi ini diperoleh dari sumber the New York Times.Operasi pembunuhan ini disebut informan itu bersifat "cepat dan rumit". Khashoggi disebut dibunuh dalam waktu dua jam saat kedatangannya ke Konsulat Saudi di Istanbul.

Pejabat itu menyebut hal itu mirip 'Pulp Fiction', film drama kriminal karya Quentin Tarantino tahun 1994. Pejabat Turki menyimpulkan ada perintah dari level tertinggi Kerajaan Saudi untuk membunuh Khashoggi.

Pada 2 Oktober lalu, Khashoggi datang ke Konsulat Saudi di Istanbul bersama dengan Hatice Cengiz (36) yang merupakan tunangannya. Mereka ingin mengurus dokumen pernikahan di Konsulat Saudi.

Khashoggi turun masuk ke Konsulat dan Cengiz menunggu di mobil. Namun setelah ditunggu lama, Khashoggi tak keluar juga dari gedung Konsulat. Spekulasi menyeruak: Khashoggi telah dibunuh. Konjen Saudi mengatakan Khashoggi telah keluar dari Konsulat sebelum hilang.

Sementara itu, otoritas Saudi membantah bahwa Khashoggi dibunuh di dalam gedung Konsulatnya di Istanbul, Turki. Otoritas Saudi melalui kantor berita Saudi Press Agency (SPA) menyampaikan bantahan tersebut. Saudi mengirim tim penyidik untuk mengetahui kasus ini.

Siapa Jamal Khashoggi?

Jamal Khashoggi meniti karier sebagai seorang reporter ketika dia sudah berteman dengan Osama bin Laden, sampai kemudian menjadi pembangkang terkemuka Arab Saudi yang harus meninggalkan negaranya.

Sebelum hilang di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, keputusan Khashoggi untuk mengasingkan diri membuatnya harus membagi waktunya antara Amerika Serikat, Inggris dan Turki. Dia meninggalkan Arab Saudi pada bulan September 2017, setelah berbeda pendapat dengan penguasa kerajaan Arab Saudi.

Dari luar negeri, dia menyebarkan pandangan kritis terhadap pemerintah Saudi lewat kolomnya di koran Amerika Serikat, Washington Post, dan akun Twitternya yang sangat populer dengan lebih 1,6 juta pengikut.

Pria berumur 59 tahun ini memulai kariernya sebagai wartawan di Arab Saudi setelah lulus dari sebuah universitas Amerika di tahun 1985.

Selama bekerja di koran al-Madina di tahun 1990-an, dia banyak menulis tentang milisi berhaluan Islam yang pergi ke Afghanistan untuk melawan invasi Soviet.

Dia beberapa kali mewawancarai satu pria Arab Saudi, Osama bin Laden, yang dia katakan telah dikenalnya sejak masih muda.
Saat itu bin Laden belum menjadi tokoh yang dikenal di Barat sebagai pemimpin al-Qaida.

Jamal Khashoggi beberapa kali mengunjungi Afghanistan untuk mewawancarai Osama bin Laden. Khashoggi mengunjungi bin Laden di gua-gua pegunungan Tora Bora, selain mewawancarainya di Sudan pada tahun 1995.

Beberapa tahun kemudian, Khashoggi sendiri diwawancarai media Jerman, Der Spiegel pada tahun 2011 terkait dengan hubungannya dengan Osama bin Laden.

Khashoggi mengakui telah menyebarkan pandangan bin Laden di masa lalu dengan menggunakan cara tidak demokratis seperti menyusupi sistem politik atau menggunakan kekerasan untuk membebaskan dunia Arab dari rezim korup.

Sejak saat itu, wartawan ini menjadi salah satu pemikir progresif yang paling banyak menyatakan pandangan tentang negaranya. Khashoggi sering dikutip media Barat sebagai seorang ahli radikalisme Islam.

Dia juga dipandang sebagai salah satu orang yang berada di dalam lingkaran dalam sistem Saudi karena banyak mengenal orang penting. Ia juga bergaul dengan keluarga kerajaan.

Khashoggi bekerja di sejumlah media Arab dan saluran TV, memulai karier sebagai wartawan asing sampai menjadi pemimpin redaksi.

Tetapi dia harus dua kali meninggalkan pekerjaannya di koran al-Watan, di tahun 2003 dan 2010, karena tulisannya yang kritis terhadap kelompok Islam yang mendominasi Arab Saudi, pendukung Salafisme yang dikenal akan pemahaman agama yang ketat.

Di antara tahun-tahun itu, Khashoggi meninggalkan Saudi untuk menjadi penasihat media Pangeran Saudi, Turki al-Faisal, mantan pemimpin intelijen yang menjadi duta besar Saudi untuk Inggris dan kemudian untuk AS.

Tahun 2010, miliarder Saudi, Alwaleed bin Talal menugaskan Jamal Khashoggi untuk memimpin stasiun TV barunya yang bermarkas di Bahrain. Tetapi tidak lama setelah diluncurkan, stasiun TV baru di bawah pimpinan Khashoggi ini ditutup karena menyiarkan wawancara dengan tokoh oposisi Bahrain.

Sementara itu Khashoggi juga memberikan sejumlah wawancara dengan media asing, mengecam monarki absolut Arab Saudi dengan mengatakan sistem demokratis diperlukan bagi kestabilan negara di masa depan.


Khashoggi juga kritis terhadap keputusan pemerintah Saudi yang memutus hubungan dengan Qatar. Dia mendesak kerajaan itu berteman dengan Turki terkait dengan sejumlah masalah kawasan. Negara itu dipandang dekat dengan Qatar.

Sumber: detik.com, BBC News Indonesia |Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved