Senin, 22 Oktober 2018
Wacanakan Tes Urine ASN Pemko, BKP-SDM Akan Koordinasi dengan BBN | Sidak BKP-SDM, 18 ASN Pemko Pekanbaru Kedapatan tak Disiplin Jam Kerja | Lama Vakum Karena Biaya Operasional Tinggi, Bus Air Kembali Dioperasikan | Anggota TNI Ini Patah Tangan Usai Gagalkan Pencurian Kotak Amal Masjid | Gara-gara Pandemi Obesitas, Peti Mati | Orang Indonesi Lebih Suka LCGC 7 Kursi
 
Metropolis
Tak Berizin, 'Gudang' Anggur Merah Asal China di Sekitar Kantor Lurah Sidomulyo Barat

Metropolis - - Kamis, 11/10/2018 - 20:37:30 WIB
Petugas Disperindag saat datang ke gudang anggur merah di Jalan Purwodadi, Panam. [Foto Dok. Disperindag]
TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Saat ini marak penjualan anggur merah asal China di Pekanbaru. Pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pekanbaru, sudah menelusuri dimana distributor anggur tersebut.

Dari penelusuran Disperdagin Pekanbaru baru-baru ini, ditemukan gudang tempat penyetokan anggur itu di Jalan Purwodadi, Panam, Kecamatan Tampan, persisnya tidak jauh dari kantor Lurah Sidomulyo Barat.

Saat petugas Disperdagin datang ke tempat itu, ditemukan berpak-pak anggur tersebut. Namun, menurut Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru Fabila Sandi, tempat itu dikatakan gudang, tidak pula gudang, karena pihak penghuni tempat itu bernama Aswadi mengaku ke petugas dinas, ia buka distributor, melainkan pedagang.

Namun, kata Obet panggilan akrab Fabila Sandi, tumpukan anggur berpak-pak ada di bangunan tersebut. Ironisnya, ruangan bangunan dinilainya tidak layak untuk gudang, karena dindingnya tidak diplaster, tidak ada Freezer untuk penyejuk buah segar, dan lantai bangunan layaknya tidak seperti gudang.

Penyewa ruko itu ditanya mengakui belum memiliki izin usaha pergudangan atau izin usaha sejenisnya. "Kita telah panggil pihak yang menyewa bangunan untuk penumpukan anggur tersebut, dan membuat pernyataan diantaranya mengakui belum memiliki izin," ujar Obet, (11/10/2018).

Obet menambahkan, pihak penjual anggur itu diminta mengurus izin. Jika tidak dilakukan maka akan ada tindakan selanjutnya oleh Pemko Pekanbaru. "Ini menjual barang dimakan, kalau nanti terjadi masalah yang dirugikan masyarakat," katanya.

Dari Berita acara kalrifikasi pengawasan buah anggur tersebut, ada tujuh poin isi dari berita acara ini atara lain, pada poin ke 2 disebutkan Aswadi buah anggur dibeli dari ditributor dari Kota Medan, untuk dijual di Pekanbaru, buah anggur tersebut diimport dari China. Poin ke 4 disebutkan, Aswadi belum memiliki perizinan bidang perdagangan, poin 7 Aswadi juga mengaku sebagai penjual bukan distributor. Berita acara ini ditandatangani oleh Aswadi di atas materai.

Akan Beri Teguran

Sementara itu, Lurah Sidomulyo Barat, Reimon dikonfirmasi, mengaku sudah turun kelokasi mengecek ruko 'gudang' anggur dimaksud. Ia membenarkan, sejauh ini belum ada penyewa ruko itu mengurus izin. Ia juga mengaku tidak tahu ada gudang tempat stok anggur di lokasi itu. "Memang sejauh ini belum ada surat yang dimohonkan untuk izin gudang atau usaha penjualan anggur tersebut ke kelurahan," akui Reimon.

Namun pihak perlu berkoordinasi dengan pihak Disperdagin untuk menindaklanjuti penegakan aturan. "Kita surat dari berita acara dari Disperindag sebagai dasar untuk bertindak terkait hal ini," ujar Reimon.

Namun, demikian ia berjanji akan turun Jumat pagi (12/10/2018) untuk memberikan warning pada penyewa ruko menumpuk stok buah anggur tersebut. [chr,yas]


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved