Senin, 19 November 2018
Buka Asistensi, Wabub Ingatkan OPD Penuhi kewajiban Keuangan Pajak | Hanya 227 Peserta Tes CPNS Pemko Pekanbaru Lulus Passing Grade SKD | Ini Penampakan Ular Piton Besar Ditangkap Warga Rohul | Empat Anggota DPRD Pekanbaru PAW Dilantik dan Diambil Sumpah | Sekda: ASN Meranti Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat | Heboh! Tahanan Pria Potong Alat Vitalnya Lalu Buang ke Kloset
 
Ekbis
Esemka Mirip Mobil China?, PKS: Kalau Buatan Sendiri Harus Dihargai

Ekbis - - Kamis, 18/10/2018 - 09:30:58 WIB

SULUHRIAU- PKS tak terlalu mempermasalah soal mobil Esemka yang disebut mirip produk China. Selama mobil Esemka memang dibuat sendiri oleh Indonesia, maka hal itu harus dihargai.

"Kalau mirip China tapi buatan sendiri harus dihargai," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dilansir detikcom, Kamis (18/10/2018).

Namun, dia mengaku tak tahu seberapa serius pemerintah untuk membuat mobil Esemka sebagai mobil nasional. Mardani pun mencontohkan proses panjang yang dilalui Malaysia dalam mengembangkan Proton.

"Saya belum tahu seberapa serius. Kalau SMK jadi mobil nasional, ada kebijakan, ada waktu, ada contoh Inpres-nya, nanti ada kebijakannya. Nanti ada alokasi anggaran," ujarnya.

"Mahathir (PM Malaysia) butuh waktu 20 tahun bikin melahirkan Proton. Itu benar-benar serius," sambung Mardani.

Mardani menyebut butuh perencanaan yang baik agar mobil Esemka sebagai mobil nasional bisa terwujud. Dia menilai jika tak ada perencanaan yang baik lalu tiba-tiba mobil Esemka bisa terwujud, maka hal itu harus dicurigai.

"Segala hal tidak ada yang turun dari langit begitu saja. Tapi kerja keras kita. Mulai dari konsepnya seperti apa, institusi seperi apa, anggaran seperti apa. Kalau itu nggak ada tiba-tiba ada ya kita wajib curiga. Negeri ini tidak dibangun dari mimpi, tidak dibangun dari wacana tapi kerja keras," jelasnya.

Esemka kembali menjadi sorotan setelah ada foto mobil SUV berwarna putih sedang diangkut di jalan dengan tulisan 'Esemka Garuda I' di bagian belakang. Foto itu disebut mirip dengan mobil SUV buatan China, Foday Landfort kaca belakang, lampu belakang, hingga reflektor pun mirip dengan mobil China tersebut.

Ini bukan pertama kali mobil bertuliskan Esemka disama-samakan dengan mobil China. Sebelumnya ada juga pikap beremblem Digdaya yang juga merupakan salah satu model Esemka muncul di jalanan.

Pikap double cabin Digdaya disebut memiliki kemiripan dengan Foday Lion F22 Pickup Truck. Lion F22 pickup truck ini ditawarkan dalam dua varian mesin yakni 1.9L diesel dan 2.4 L bensin. Keseluruhannya dikawinkan dengan transmisi manual. Untuk mesin bensinnya mengambil dari jantung Mitsubishi.

Selain itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga sempat mempertanyakan soal mobil Esemka. Dia curiga mobil Esemka diimpor dari negara lain dan diberi stempel Esemka.

"Kita udah punya belum assembling? Jangan-jangan ini ada mobil diimpor dari negara lain kemudian di luar ditaruh stempel gitu," ujar Fahri, Senin (15/10/2018).

"Jadi satu-satunya industri yang kita punya mungkin industri mencetak stiker dan brand-nya itu doang," lanjut Fahri.

Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono sempat membantah kabar soal mobil Esemka yang disebut merupakan produk impor. Diaz mengatakan mobil dibuat secara lokal dan tidak diimpor dari Negeri Tirai Bambu.

"Nggak mungkin dong kaya gitu (impor mobil China dan ganti emblem). Namanya bukan produk lokal dong," jelas Diaz.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved