Kamis, 23 Mei 2019
PKS Riau Tolak Teken Hasil Rekapitulasi di Tiga Dapil | Hari Ini, Wagub Kepri Sapari Ramdhan ke Natuna, Ini Agendanya | Ustadz Arifin Ilham Meninggal Malaysia, Almarhum akan Dimakamkan di Gunung Sindur | Buka Bersama Dengan WPR, Chevron Sharing Soal Eksplorasi Minyak Bumi | Kejari Natuna Gelar Buka Bersama Anak Yatim, Sekaligus Pisah Sambut Kasi Pidsus | Moeldoko: 3 Penyelundup Senjata Ditangkap, Pejabat Jadi Sasaran Tembak
 
Internasional
Raja Salman dan Pangeran Bertemu Putra Jamal Khashoggi

Internasional - - Rabu, 24/10/2018 - 09:36:19 WIB

SULUHRIAU- Raja Saudi dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman bertemu anggota keluarga dari Jurnalis Washington Post yang tewas di Konsulat Saudi di Turki, Jamal Khashoggi di Riyadh, Selasa, 23 Oktober 2018.

Dua pemimpin Arab Saudi itu menerima dua anak Khashoggi, Salah dan Sahel, di Istana Yamama di Riyadh. Pertemuan itu terjadi di tengah sorotan dunia Internasional kepada Arab Saudi atas penanganan tewasnya Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Dari foto yang dirilis Kerajaan Arab Saudi, selain Raja Salman, sang Putra Mahkota, Muhammad bin Salman tampak menyalami putra Khashoggi, Salah. Bin Salman dan putra tertua Khashoggi itu saling tatap dan menyampaikan belasungkawa.
 
Dilansir The Guardian, Putra Khashoggi diundang Kerajaan Arab Saudi untuk menemui Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman. Pertemuan singkat itu, penting bagi Kerajaan di tengah isu pembunuhan Khashoggi yang terus membayangi Keluarga Raja Salman.

Pemerintah Arab Saudi berjanji terus melakukan penyelidikan atas tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi hingga kebenaran dalam kasus ini terungkap. Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan, penyelidikan ini merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang.

Menurutnya, berdasarkan investigasi, ada perbedaan antara hal yang telah dilaporkan dengan hal yang sebenarnya terjadi. Sebagai konsekuensinya, 18 orang telah ditahan dan diinterogasi. Sementara itu, enam pejabat senior pemerintah Saudi dicopot dari jabatannya.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebelumnya juga menjanjikan akan mengungkap kasus pembunuhan sadis itu. Dia bahkan menyampaikan bakal menunjukkan bukti pembunuhan terhadap kolumnis Washington Post asal Arab Saudi tersebut.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved