Kamis, 20 Juni 2019
Pemko Pekanbaru akan Bangun Underpass di Jl Sudirman | Menhan Sebut 3% Anggota TNI Terpapar Radikalisme, Begini Kata Moeldoko | 95 Ribu JCH di Riau Masuk Daftar Tunggu | Sempena Hari Jadi Pekanbaru ke 235, Wako Pimpin Aksi Bersih Sungai Siak | DPRD Dukung Pemprov Riau Hibahkan Lahan Pasar Cik Puan ke Pemko Pekanbaru dengan Syarat... | Peraih Terbaik Lomba Bercerita Akan Wakili Natuna di Tingkat Provinsi dan Nasional
 
Daerah
Pengakuan Uus Sengaja Bawa Bendera yang Dibakar Banser

Daerah - - Jumat, 26/10/2018 - 13:55:39 WIB

SULUHRIAU- Polisi telah menemukan pemilik dan pengibar bendera yang dibakar di Garut, Jawa Barat, saat perayaan Hari Santri Nasional pada Senin 22 Oktober 2018 kemarin.

Saat dimintai keterangan, pria bernama Uus Sukmana (34) itu menyebut bahwa bendera yang dibawa dan dikibarkannya itu memang bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Uus Sukmana tahu bendera yang dibawa dan dikibarkan itu adalah bendera HTI. Kemarin malam diperiksa, dalam pemeriksaan menyatakan itu bendera HTI," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (26/10/2018).

Menurut Arief, Uus sengaja hadir di acara Hari Santri Nasional dan mengibarkan bendera HTI. Pihak Banser NU pun mengamankan pria tersebut dan melakukan interogasi awal. Alasannya, berdasarkan aturan pihak panitia bahwa setiap peserta tidak diperbolehkan membawa atribut apapun selain bendera merah putih.


"Diamankan di tenda panitia dan diinterview. Ternyata yang bersangkutan tidak diundang. Dia orang Bandung, tapi memang orang Garut. Saat diinterview petugas Banser, dia tidak membawa KTP sehingga diinterview dengan sopan sebagai sesama muslim dan ditanya apa yang dibawa ini. Dia menjelaskan bahwa bendera yang dibawa Uus ini adalah bendera HTI," kata dia.

Uus diketahui membeli bendera HTI tersebut melalui media sosial Facebook. Akun penjual tersebut juga menerangkan bahwa bendera yang dijajakan memang bendera HTI.


"Memang ada yang menyatakan tidak pernah bendera itu didaftarkan sebagai bendera HTI, tetapi secara de facto, publik mengetahui bendera tersebut sering digunakan ormas HTI dalam acara-acara HTI. Saat upacara tidak ada yang mengibarkan bendera HTI. Hanya dia sendirian," katanya.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved