Senin, 19 November 2018
Buka Asistensi, Wabub Ingatkan OPD Penuhi kewajiban Keuangan Pajak | Hanya 227 Peserta Tes CPNS Pemko Pekanbaru Lulus Passing Grade SKD | Ini Penampakan Ular Piton Besar Ditangkap Warga Rohul | Empat Anggota DPRD Pekanbaru PAW Dilantik dan Diambil Sumpah | Sekda: ASN Meranti Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat | Heboh! Tahanan Pria Potong Alat Vitalnya Lalu Buang ke Kloset
 
Metropolis
Aliran Anak Sungai Sekitar Pasar Dupa Belum Kunjung Dinormalisasi

Metropolis - - Rabu, 07/11/2018 - 17:40:58 WIB

SULUHRIAU, Pekambaru - Pasaca ditinjau oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dua bulan lalu, hingga kini pihak terkait belum melakukan normalisasi (dalam bentuk pengerukan) aliran anak sungai di sekitar Pasar Dupa.

Salah seorang pedagang Pasar Dupa, Beni mengaku, sejauh ini ada pembersihan, namun inipun menjadi kendala lantaran ada tiang bangunan ditancapkan di aliran anak sungai seluas lebih kurang 2 meter  yang berada di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai tersebut.

Akibatnya, sampah tetap menumpuk di tiang, sehingga menghambat aliran air. Sebab, itu kerap kawasan di Jalan Sudirman sekitar itu  tergenang saat hujan deras.

"Sekarang sampah masih menumpuk. Sampah nyangkut di tiang," kata Beni.

Dikatakan, sempat ada peninjauan dari dinas terkait ke lokasi itu. Bahka  ditinjau mulai dari gorong-gorong yang bersebelahan dengan Museum Sang Nila Utama sampai ke hilir mendekati Rumah Sakit Syafira. "Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan," katanya.

Pantauan di lapangan, tiang bangunan kios yang berdiri mengangkangi anak sungai yang membelah Pasar Pagi Dupa sudah dirobohkan. Namun tiang-tiang penyangga bangunan masih menancap kokoh di dalam anak sungai.

Akibat inilah sampah menumpuk di dalam anak sungai, dan terjadi  pula pendangkalan anak sungai yang diakibatkan sampah tersebut.

Turap yang ada di hilir sungai pun sudah banyak yang rusak. Kerusakan itu membuat air keluar dari saluran dan melintasi halaman rumah warga.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution dikonfirmasi mengaku  belum mendapat informasi apakah sudah diajukan oleh Bidang Sumber Daya Air di dinas tersebut untuk normalisasi dan perbaikan turap anak sungai tersebut.

"Kita fokus pembersihan dulu. Saya belum dapat laporan dari Bidang Sumber Daya Air. Namun itu sudah masuk daftar kami agat bisa diselesaikan," katanya.

Dikatakan, agak ke hilir, tepatnya di kawasan Hotel Grand Cokro,  sudah dilakukan pembersihan. "Yang di situ sudah kita bersihkan. Kita juga sudah mengimbau agar tidak membangun jembatan di sempadan sungai. Kita juga sudah koordinasi dengan DLHK," ujarnya.  (kmf,yas)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved