Minggu, 26 Mei 2019
Jadi Bandar Narkoba, Mantan Polisi di Riau Dibekuk | Kominfo Buka Akses Medsos, WA Sudah Bisa Kirim Foto-Video Lagi | Terkait 80 Ton Timah Pernah Dititip di Desa Topang, Ini Kata Dinas ESDM Provinsi Riau | Mako Brimob Diserang, Tim Inafis Polri Olah TKP | Pembatasan Akses Media Sosial Bikin Pedagang Online Merugi | MUI dan Komunitas Penulis Bengkalis Ekspos Dua Buku
 
Pendidikan
Antisipasi Pagar Tembok Roboh, Tembok SMPN 20 Ditopang dengan Kayu Bulat

Pendidikan - - Senin, 19/11/2018 - 09:21:24 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Antisipasi robohnya pagar tembok seperti dialamai SDN 141, pihak SMPN 20 Jl Abadi memancangkan kayu bulot untuk penopang pagar tembok sekolah sebelah Barat.

Sebab, sejumlah orantua siswa sebelumnya mengaku khawatir, karena melihat di tengah pagar tembok itu, tampak sudah mulai condong ke arah jalan yang dilewati siswa dan orangtua mengantar anaknya ke sekolah.

Salah seorang warga tempatan yang sudah lama tinggal di sekitar SMPN 20, Zulkifli membenarkan pagar tembok tersebut ditopang untuk mengantisipasi hal tak diinginkan.

Dari pantauan Senin (19/11/2018), terlihat beberapa batang kayu bulat berdiameter sekitar 6 cm dengan panjang lebih kurang 3 meter dipasangkan di belakang pagar tembok sekolah itu untuk penyanggah.

Sementara itu, dalam rangka hal yang sama, Lurah Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Krisna Minang meninjau tiga sekolah yang berada di wilayahnya, kemarin.

Ini mengingat saat ini musim hujan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dan rawan tembok yang retak, tumbang.

Ada tiga sekolah yang menjai sasaran, yakni SMPN 8, SMPN 34 dan SDN 193. "Dari hasil tinjauan kita dilapangan tembok yang paling rawan kondisinya adalah SMPN8," ungkap Krisna.

Dikatakan, pagar tembok di SMPN 8 tersebut, kondisinya sudah retak-retak dan tinggal menunggu tumbang saja. "Untuk antisipasi agar tidak tumbang dan tidak menunggu memakan korban, kita sudah menghimbau pihak sekolah untuk diperhatikan," katanya.

Ia juga menyarankan pihak sekolah juga segera melaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru dan DPRD Pekanbaru.

"Selain mengimbau sekolah, kita juga menyampaikan secara lisan kepada Ketua DPRD Pekanbaru (Syahril,red)  agar meninjau sekolah yang rawan retak temboknya di Kelurahan Maharatu," katanya.

Ini dilakukan, semata-mata agar tidak ada lagi kondisi tembok sekolah yang retak dan membahayakan nyawa. [yas]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved