Selasa, 19 Februari 2019
Disdukcapil Natuna Luncurkan Layanan 'Pak Malaw' Urus Akte Kematian | 16 SLTA Sederajat di Kecamatan Tampan Ikuti Sosialisasi Pemilu Pemula | Ratusan Kampus Swasta Bermasalah Ditutup Menristekdikti | Satpol PP Bengkalis 'Garuk' PKL di Trotoar Jl Sudirman, Ini UU yang Bisa Menjerat yang Bandel | Pengcab Perbakin Meranti Terbentuk, Aprizal: Potensi Atlet Menembak Di Meranti Banyak | Azmi Mengudurkan Diri Dirut PT TPM?
 
Metropolis
Sepanjang Tahun 2018, 251 Laporan Warga Pekanbaru Digigit Hewan Penular Rabies

Metropolis - - Rabu, 05/12/2018 - 20:00:56 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Januari hingga awal Desember 2018, terdapat sebanyak 251 laporan masyarakat digigit hewan penular rabies (HPR) yang masuk ke Bidang Keswan ke Dinas Pertanian (Distan) Pekanbaru.  Data tersebut lebih banyak dari tahun 2017 yang hanya 210 laporan.

Menurut Sekretaris Distan melalui Kasi keswan kesmavet, drh Rita Setiawati, Msi Rabu, (5/12/2018), naiknya jumlah laporan, bukan semata kasus gigitan lebih banyak tahun ini dari tahun sebelumnya.

Ini lebih katanya lebih disebabkan, karena kesadaran dan informasi diperoleh masyarakat makin meningkat. "Kalau dulunya mungkin, mereka tidak tahu informasinya kemana melaporkan jika digigit HPR.

Nah, kalau sekarang karena sudah banyak informasi, maka masyarakat melaporkannya," katanya.

Dikatakan, perlunya pelaporan ini, karena warga yang digigit kucing, anjing atau monyet (HPR), akan mendapat surat dari Distan di bagian Keswan untuk mendapat pengobatan dengan vaksin anti rabies di Puskesmas dimana warga itu berdomisili.

Vaksin ini relatif mahal, maka dengan adanya surat dikeluarkan Distan, maka korban gigitan hewan itu bisa disuntik secara gratis di Puskesmas.

Dijelaskan, gigitan hewan penular rabies perlu penanganan manusiannya oleh pihak Diskes, dengan tiga kali vaksin anti rabies dengan waktu-waktu yang telah ditentukan, yakni dari vaksin pertama butuh waktu seminggu untuk vaksin ke dua dan selanjutnya 14 hari dari vaksin kedua.

Rita mengatakan, korban gigitan dianjurkan membersihkan luka gigitan dengan air mengalir dan dibersihkan dengan sabun. Dan masa observasi selama 14 hari, apakah hewan menggigit itu mati atau tidak. Sebab, kalau mati positif hewan itu mengandung rabies sedangkan jika tidak mati negatif mengandung rabies.

Menurut Rita, Domain pihak Distan dalam hal ini menangani HPR dengan melakukan vaksin kepada hewan secara berkala, minimal sekali setahun dengan mennyuntik kucing, anjing dan kera.

Tahun ini, pihaknya sudah melakukan vaksin HPR sebanyak 9.294 ekor dari target 900-an. Artinya vaksin melibihi target. Dan sejauh inipun vaksin cukup. [yas]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved