Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Nasional
KPK soal Usul PSI: Korupsi Masa Depan Juga Penting

Nasional - - Minggu, 09/12/2018 - 13:29:23 WIB

SULUHRIAU- Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menanggapi usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengenai 'korupsi Orde Baru' masuk di materi debat capres cawapres Pilpres 2019. Syarif berbicara soal korupsi masa yang akan datang.

"Semua partai politik punya platform antikorupsi, kenapa korupsi masa lalu? Masalah korupsi yang akan datang penting juga," ujar Syarif kepada wartawan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Ahad, (9/12/2018).

Syarif mengatakan, saat ini masyarakat juga bisa mempertanyakan niat partai politik tidak korupsi dalam Pemilu 2019. Masyarakat diminta untuk bisa melihat rekam jejak para caleg yang bersih korupsi.

"Apa niat mereka untuk tidak korupsi dan masyarakat harus melihat jejak ke belakang orang itu para calon. Apakah dulu terkenal antikorupsi? Kalau masa lalu korup jangan dipilih. Pilih paling bersih dan oke antikorupsi," kata Syarif.

Usulan tersebut bermula dari PSI ingin memasukkan 'korupsi Orde Baru' di materi debat capres dan cawapres Pilpres 2019. PSI menilai materi itu akan mendidik masyarakat dalam hal kasus korupsi di Indonesia.

"Berdebat dianggap barang langka, sudah waktunya korupsi Orba diusulkan dalam debat capres-cawapres 2019," kata Sekjen PSI, Raja Juli Antoni dalam keteranganya, Rabu (5/12/2018).

Antoni menyebut usulan itu lahir di nuansa Hari Antikorupsi Sedunia. Usulan itu juga sekaligus untuk membuktikan pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut 'korupsi Indonesia stadium 4'.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved