Jum'at, 22 Maret 2019
Tim Bola Volly Desa Bantar Juara Turnamen Disparpora Cup Meranti 2019 | Granat Meranti Sambangi SMAN 1, Upaya Antisipasi Bahaya Narkoba di Kalangan Siswa | Di Pekanbaru Terdapat 4.372 Penderita TBC | Guru Belum Berhenti Demo, Alasan Wako Soal Permendagri tak Digubris | Tinjau Fasilitas dan Pelayanan RSUD, Sekda Meranti: Kita Ingin Masyarakat Puas! | Pertimbangkan Fatwa Haram, MUI Pusat Juga Kaji Game PUBG
 
Nasional
KPK soal Usul PSI: Korupsi Masa Depan Juga Penting

Nasional - - Minggu, 09/12/2018 - 13:29:23 WIB

SULUHRIAU- Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menanggapi usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengenai 'korupsi Orde Baru' masuk di materi debat capres cawapres Pilpres 2019. Syarif berbicara soal korupsi masa yang akan datang.

"Semua partai politik punya platform antikorupsi, kenapa korupsi masa lalu? Masalah korupsi yang akan datang penting juga," ujar Syarif kepada wartawan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Ahad, (9/12/2018).

Syarif mengatakan, saat ini masyarakat juga bisa mempertanyakan niat partai politik tidak korupsi dalam Pemilu 2019. Masyarakat diminta untuk bisa melihat rekam jejak para caleg yang bersih korupsi.

"Apa niat mereka untuk tidak korupsi dan masyarakat harus melihat jejak ke belakang orang itu para calon. Apakah dulu terkenal antikorupsi? Kalau masa lalu korup jangan dipilih. Pilih paling bersih dan oke antikorupsi," kata Syarif.

Usulan tersebut bermula dari PSI ingin memasukkan 'korupsi Orde Baru' di materi debat capres dan cawapres Pilpres 2019. PSI menilai materi itu akan mendidik masyarakat dalam hal kasus korupsi di Indonesia.

"Berdebat dianggap barang langka, sudah waktunya korupsi Orba diusulkan dalam debat capres-cawapres 2019," kata Sekjen PSI, Raja Juli Antoni dalam keteranganya, Rabu (5/12/2018).

Antoni menyebut usulan itu lahir di nuansa Hari Antikorupsi Sedunia. Usulan itu juga sekaligus untuk membuktikan pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut 'korupsi Indonesia stadium 4'.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri

Kamis, 21/03/2019 - 21:11:32 WIB
Turnamen Ditutup Sekda,
Tim Bola Volly Desa Bantar Juara Turnamen Disparpora Cup Meranti 2019
Kamis, 21/03/2019 - 20:53:14 WIB
Granat Meranti Sambangi SMAN 1, Upaya Antisipasi Bahaya Narkoba di Kalangan Siswa
Kamis, 21/03/2019 - 16:16:34 WIB
Di Pekanbaru Terdapat 4.372 Penderita TBC
Kamis, 21/03/2019 - 15:46:12 WIB
Menguat Tuntan Revisi Perwako No 7/2019
Guru Belum Berhenti Demo, Alasan Wako Soal Permendagri tak Digubris
Kamis, 21/03/2019 - 14:56:26 WIB
Tinjau Fasilitas dan Pelayanan RSUD, Sekda Meranti: Kita Ingin Masyarakat Puas!
Kamis, 21/03/2019 - 14:42:59 WIB
Pertimbangkan Fatwa Haram, MUI Pusat Juga Kaji Game PUBG
Kamis, 21/03/2019 - 14:30:59 WIB
Riau Dapat Rp55,131 Miliar Dukung Program Kesra
Kamis, 21/03/2019 - 14:22:11 WIB
302 Camat dan Kades di Bengkalis Ikuti Rakor
Kamis, 21/03/2019 - 09:35:32 WIB
Ini Zona Kampanye Terbuka di Riau
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved