Kamis, 09 April 2020
HIPMI Lahirkan Aplikasi KendaliCovid19 Bantu Warga & Pemerintah Atasi Covid-19 | Forkopincam Bangun Purba Bersama TNI/Polri, PMI Rohul Bagi Masker dan Sembako ke Warga | Rayakan HUT Bawaslu ke-12, Pimpinan dan Segenap Staf Bawaslu Bengkalis Gelar Donor Darah | DPRD Tanjungpinang Sahkan Rp31,4 Miliar untuk Penanganan Covid-19 | Bupati Natuna Serahkan Bantuan Beras ke Warga dan APD ke Tenaga Medis Puskesmas | SPS Desak Insentif untuk Perusahaan Pers dan JPS untuk Wartawan
 
Metropolis
Masa Jabatan Sekitar Dua Setengah Bulan,
Presiden Jokowi Lantik Wan Thamrin Hasyim Jadi Gubri Devenitif di Istana

Metropolis - Editor: Jandri - Senin, 10/12/2018 - 16:52:47 WIB

SULUHRIAU- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin jalannya pengambilan sumpah jabatan Gubenur Riau definitif Wan Thamrin Hasyim di Istana Negara, Jakarta Senin (10/12/2018).

Selain Gubernur Riau, juga dilantik Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Mereka sebelumnya sama-sama menjabat Pelaksana Tugas (Plt) gubenur di provinsi masing-masing.

Dalam pelantikan Wan dan Rohidin, Presiden Jokowi menggunakan jas warna hitam dan celana hitam lengkap dengan pecil hitam dan dasi berwana merah.

Sementara Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim dan Gubenur Bengkulu Rohidin mengenakan seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) dengan jas, celana, dan sepatu yang semuanya bewarna putih.

Hadir dalam acara itu sejumlah menteri kabinet kerja, seperti Mendagri Cahyo Kumolo, Mensesneg Pratikno, Menteri Angraria dan Tata Ruang Sofian Jalil, Menpan RB Syafrudin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum Pengurus Muhammadiyah Safi'I Ma"arif.

Sebelum pelantikan dimulai, Wan Thamrin Hasyim menerima petikan surat keputusan presiden.

Usai dilantik, Wan Thamrin Hasyim mengatakan, mendapatkan pesan khususPresiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, supaya dalam menjalankan roda pemerintahan hindari kasus korupsi.

Selain itu Presiden Jokowi juga memberikan pesan agar berbakti kepada masyarakat dengan sisa masa bakti jabatan Gubernur Riau hingga Februari 2019.

Ia mengatakan, walaupun tidak ada sambutan Presiden, melalui sumpah dibacakan ia akan menjunjung amanah.

Dikatakan Wan Thamrin, dengan sisa masa jabatannya yang hanya dua bulan, banyak yang akan dijalankan. Di antaranya menjalankan APBD Riau 2019 yang akan dimulai pada Januari mendatang. APBD sudah disahkan hanya tinggal menunggu verifikasi dari Mendagri, untuk selanjutnya dijalankan di awal tahun.

Tak Sampai Dua Setengah Bulan

Jabatan Gubernur tak sampai dua setengah bulan. Program yang tahun ini sudah dilaksanakan, selanjutnya Januari sudah bergerak 2019, hal yang biasa apa yang saya citakan sudah hampir tercapai, mudah-mudahan jadi la,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut Gubri Wan Thamrin, juga bersyukur dengan banyaknya undangan yang hadir, mulai dari pejabat tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Riau, Ketua DPRD Riau, unsur Forkopimda dan mantan Gubernur Riau, yang membawa Wan Thamrin sebagai wakil, Arsyadjuliandi Rachman.

Perlu Komunikasi dengan Gubri Terpilih

Sementara itu, Tim transisi Gubernur Riau terpilih Syamsuar-Edy Natar Nasution mengharapkan kepada Gubernur Riau yang baru saja dilantik jadi Definitif Wan Thamrin Hasyim, untuk bisa menuntaskan tanggungjawab sebelum berakhir masa jabatan pada 19 Februari 2019 mendatang.

"Meskipun hanya menjabat lebih kurang 2 bulan sebagai Gubernur Definitif Riau namun itu harus dimaksimalkan," kata anggota tim transisi Gubernur Riau terpilih Fachri Yasin.

Karena pada pelaksanaan awal APBD Riau 2019 nanti masih tanggungjawab Wan Thamrin Hasyim untuk selanjutnya dilanjutkan Gubernur dan wakil Gubernur terpilih Syamsuar - Edy Natar Nasution.

Tim Transisi juga mengharapkan agar Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim selalu melakukan komunikasi ke depannya dengan Gubernur terpilih, sehingga apa yang sudah direncanakan pada APBD 2019 bisa dijalankan dengan baik.

Mengenai kewenangan dimasa jabatan dua bulan ke depan menurut tim transisi, Wan Thamrin Hasyim memiliki kewenangan penuh termasuk melakukan perombakan OPD."Itu menjadi kewenangan beliau (Wan Thamrin Hasyim) apakah melakukan penggantian pejabat atau tidak, "pungkas Fachri. [rls,trb,rmc]



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved