Rabu, 23 Januari 2019
GRANAT Segera Aktif di Meranti | Abu Bakar Ba'asyir Tolak Tandatangani Pernyataan Setia pada NKRI | Jokowi Beli Sabun Rp2 M Pakai Dana Timses, Pramono: Nanti Dibagikan TKN | Tapping Box,'Bongkar' Ketidakjujuran Wajib Pajak Pekanbaru | BI-ISEI Bedah APBD 2019: 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen | 10 Orang Calon Komisioner KPU Riau Ikuti Uji Kelayakan
 
Advertorial
Advertorial Pemkab Meranti
Di Paripurna HUT ke-X, Bupati Paparkan Keberhasilan Pembangunan Meranti

Advertorial - - Jumat, 21/12/2018 - 08:55:19 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Bupati Kepulauan Meranti Drs H. Irwan M.Si didampingi Wakil Bupati H. Said Hasyim, mengikuti Rapat Paripurna DPRD Meranti Sempena Hari Jadi Meranti ke-X Rabu (19/12/2018) di Gedung DPRD Meranti.

Dihadapan Legislator dan sejumlah tokoh yang hadir Bupati Kepulauan Meranti memaparkan berbagai keberhasilan yang telah diraih Meranti dalam kurun 10 tahun sejak dimekarkan, apa yang telah diraih oleh Kabupaten Meranti, mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh yang ditandai dengan gemuruh tepuk tangan.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Fauzy Hasan, Didampingi Wakil Ketua H. Muzamil dan H. Taufikurrahman.  Dalam pidato Hari Jadi Meranti ke-X tahun 2018, Irwan memparkan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti Sejarah panjang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti sudah dimula dari tahun 1957. Aspirasi pemekaran digelorakan oleh tokoh-tokoh masyarakat ketika itu. Tahun 1999.

Lika-liku perjuangan yang penuh rintangan dan hambatan akhirnya membuahkan hasil Pemerintah Pusat menerbitkan Amanat Presiden (Ampres) Nomor: R.01/Pres/01/2007. Dan  Pada tanggal 19 Desember 2008 DPR RI mengesahkan Undang-undang tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti. Yang diundangkan dalam lembaran Negara Nomor 12 Tahun 2009 pada tanggal 16 Januari 2009.

Meranti memiliki letak geografis yang strategis di tepian alur pelayaran tersibuk di dunia yakni, Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Meranti juga menjadi penyangga (hinterland) yang mensuplai berbagai kebutuhan pokok ke kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun.

Negeri ini juga memiliki hasil perkebunan yang sangat menjanjikan berupa Sagu dengan luas mencapai 61,114 hektare dengan produksi mencapai 205.051 ton per tahun, Kelapa dengan total luas areal 31,653 hektare dengan jumlah produksi sekitar 10.099,946 ton per tahun, Kopi Liberika Meranti yang memiliki luas sekitar mencapai 1.246 hektare dengan produksi mencapai 1.710,422 ton per tahun, Potensi Karet dengan luas 20.636 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 10.099,946 ton per tahun.

Dengan potensi sumberdaya alam yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti itu dikatakan Bupati Irwan, daerah ini berpeluang menjadi pemasok utama bahan pangan ke pasar dunia melalui Malaysia dan Singapura. Faktanya komoditas lokal kita sudah sejak lama menjadi andalan ekspor yakni arang, kopi dan saat ini sagu.  Namun yang perlu disadari bahwa masyarakat Meranti memiliki kekuatan karena dikenal berani dan tangguh dalam berkompetisi.

Tantangan pembangunan memang tidak ringan, apalagi jika dibandingkan dengan negeri-negeri tetangga yang memiliki tingkat kesulitan lebih ringan dari daerah ini. Salah satu tantangan yang paling utama adalah tingginya angka kemiskinan di negeri ini, yang disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan akses perekonomian. Pada awal pemekaran, angka kemiskinan mencapai 43%.

Indikator pertumbuhan Ekonomi pada awal pemekaran angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti adalah sebesar 7,4%. Namun pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 yaitu sebesar 8%. Ppertumbuhan ekonomi nasional yang melamban dalam tiga tahun terakhir, membuat pertumbuhan ekonomi Meranti tertekan pada kisaran 3,32% pada tahun 2017. Pengendalian Inflasi yang berhasil dikawal sebesar 4,32 %. Sementara untuk investasi yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti dari Penanaman Modal Asing saat ini tercatat sebesar 11,160.000 Dolar AS, sedangkan investasi dalam negeri sekitar 159,4 triliun rupiah.

Begitu juga soal, peningkatan APBD sejak pemerintahan definitif pertama, Meranti telah mendongkrak nilai APBD dari semula hanya Rp.369 miliar pada 2010 menjadi Rp.850 miliar pada 2011. Kita terus mempertahankan angka satu triliun pada komposisi budget daerah di tahun-tahun berikutnya. Tahun 2019 nanti, mudah-mudahan bisa bertahan di kisaran Rp.1,4 triliun sebagaimana disahkan oleh DPRD.

Dengan visi menjadi Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul, Pemerintan Daerah mendorong peningkatan sumber-sumber produksi dan perluasan pemasaran komoditas lokal. Seperti komoditas sagu yang selama ini dianggap pangan kelas dua kini diakui sebagai salah satu sumber pangan alternative dunia.  Kopi khas Pulau Rangsang yang selama ini ditampung oleh pedagang-pedagang di Malaysia, ternyata memiliki citarasa khas dan ditetapkan sebagai salah satu top brand kopi nasional.

Sebagai penghubung antar pulau, pemkab. Meranti telah pula mengupayakan pembangunan beberapa pelabuhan Roro. "Selama kurun waktu 10 tahun pemerintah Kabupaten kepulauan Meranti telah menyelesaikan pembangunan sepanjang 929,41 Km.

Setiap tahunnya alokasi APBD Kabupaten Kepulauan Meranti tidak pernah kurang dari 20% dianggarkan untuk pembangunan pendidikan. Saat ini pembangunan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti telah mencapai 12,77.  Pembangunan Kesehatan telah menunjukkan keberhasilan.

Hadir dalam rapat Paripurna DPRD tersebut,unsur Forkopimda,  Mantan Gubernur Riau dan Politisi Senior H Wan Abu Bakar, Anggota Komisi X DPR RI H. Jon Erizal, Mewakili Gubernur Riau H. Masrul Kasmi, Mantan Bupati Bengkalis H. Azali Johan,  Pimpinan Ormas/Paguyuban/OKP, Para Akademisi, dan Para Tokoh. [Advertorial/Tmy/SR]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved