Jum'at, 22 Maret 2019
Tim Bola Volly Desa Bantar Juara Turnamen Disparpora Cup Meranti 2019 | Granat Meranti Sambangi SMAN 1, Upaya Antisipasi Bahaya Narkoba di Kalangan Siswa | Di Pekanbaru Terdapat 4.372 Penderita TBC | Guru Belum Berhenti Demo, Alasan Wako Soal Permendagri tak Digubris | Tinjau Fasilitas dan Pelayanan RSUD, Sekda Meranti: Kita Ingin Masyarakat Puas! | Pertimbangkan Fatwa Haram, MUI Pusat Juga Kaji Game PUBG
 
Daerah
Seorang Remaja Tewas Tenggelam Terseret Arus Gelombang Pantai yang Tinggi

Daerah - - Jumat, 11/01/2019 - 07:15:17 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Seoarang remaja bernama Alex (18) warga Pulau Laut meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna, setelah hampir satu jam tenggelam terseret arus gelombang yang kuat di pantai Tanjung Natuna pada Kamis (10/1/2019) sore.

Kejadian tenggelamnya bermula ketika korban bersama dua orang rekannya yakni Weni (18) dan Widya (17) berenang di bibir pantai Tanjung sekitar pukul 17.15 Wib.

Karena tingginya gelombang pada saat itu, salah seorang rekan korban tertarik ke tengah laut oleh arus gelombang yang kuat Sehingga membuat korban mencoba menyelamatkan rekannya.

Salah seorang saksi mata di tempat kejadian menuturkan
Mereka awalnya mandi di bibir pantai, karena ombaknya besar salah seorang rekannya ditarik oleh gelombang," Jadi korban mencoba menyelamatkan rekannya itu”, ujar Farman salah sorang warga setempat.

Firman menambahkan, setelah korban berhasil menyelamatkan temannya,  Alex malah terbawa arus terus tenggelam dalam gelombang yang tinggi.

Warga setempat berusaha menyelamatkan Alex yang tenggelam di bawa arus dan menghubungi Basarnas karna keadaan arus yang kuat dan gelombang pantai cukup tinggi.

Tim dari Basarnas dan dibantu oleh aparat kepolisian, Satpol PP dan Masyarakat, korban akhirnya berhasil ditemukan  sekitar pukul 19:00 wib yang sudah kritis lebih kurang 100 M dari tempat kejadian awal tenggelamnya korban dan sempat mendapatkan penyelamatan darurat di tempat kejadian dan akhirnya korban menghembuskan nafas terkhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dikatakan Farman, sebelumnya korban bersama 2 orang rekannya sudah diingatkan oleh warga setempat untuk tidak berenang disaat ombak sedang tinggi. Namun, peringatan tersebut seolah-olah tidak di indahkan sama sekali.(nur)



Kamis, 21/03/2019 - 21:11:32 WIB
Turnamen Ditutup Sekda,
Tim Bola Volly Desa Bantar Juara Turnamen Disparpora Cup Meranti 2019
Kamis, 21/03/2019 - 20:53:14 WIB
Granat Meranti Sambangi SMAN 1, Upaya Antisipasi Bahaya Narkoba di Kalangan Siswa
Kamis, 21/03/2019 - 16:16:34 WIB
Di Pekanbaru Terdapat 4.372 Penderita TBC
Kamis, 21/03/2019 - 15:46:12 WIB
Menguat Tuntan Revisi Perwako No 7/2019
Guru Belum Berhenti Demo, Alasan Wako Soal Permendagri tak Digubris
Kamis, 21/03/2019 - 14:56:26 WIB
Tinjau Fasilitas dan Pelayanan RSUD, Sekda Meranti: Kita Ingin Masyarakat Puas!
Kamis, 21/03/2019 - 14:42:59 WIB
Pertimbangkan Fatwa Haram, MUI Pusat Juga Kaji Game PUBG
Kamis, 21/03/2019 - 14:30:59 WIB
Riau Dapat Rp55,131 Miliar Dukung Program Kesra
Kamis, 21/03/2019 - 14:22:11 WIB
302 Camat dan Kades di Bengkalis Ikuti Rakor
Kamis, 21/03/2019 - 09:35:32 WIB
Ini Zona Kampanye Terbuka di Riau
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved