Rabu, 23 Januari 2019
GRANAT Segera Aktif di Meranti | Abu Bakar Ba'asyir Tolak Tandatangani Pernyataan Setia pada NKRI | Jokowi Beli Sabun Rp2 M Pakai Dana Timses, Pramono: Nanti Dibagikan TKN | Tapping Box,'Bongkar' Ketidakjujuran Wajib Pajak Pekanbaru | BI-ISEI Bedah APBD 2019: 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen | 10 Orang Calon Komisioner KPU Riau Ikuti Uji Kelayakan
 
Daerah
Seorang Remaja Tewas Tenggelam Terseret Arus Gelombang Pantai yang Tinggi

Daerah - - Jumat, 11/01/2019 - 07:15:17 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Seoarang remaja bernama Alex (18) warga Pulau Laut meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna, setelah hampir satu jam tenggelam terseret arus gelombang yang kuat di pantai Tanjung Natuna pada Kamis (10/1/2019) sore.

Kejadian tenggelamnya bermula ketika korban bersama dua orang rekannya yakni Weni (18) dan Widya (17) berenang di bibir pantai Tanjung sekitar pukul 17.15 Wib.

Karena tingginya gelombang pada saat itu, salah seorang rekan korban tertarik ke tengah laut oleh arus gelombang yang kuat Sehingga membuat korban mencoba menyelamatkan rekannya.

Salah seorang saksi mata di tempat kejadian menuturkan
Mereka awalnya mandi di bibir pantai, karena ombaknya besar salah seorang rekannya ditarik oleh gelombang," Jadi korban mencoba menyelamatkan rekannya itu”, ujar Farman salah sorang warga setempat.

Firman menambahkan, setelah korban berhasil menyelamatkan temannya,  Alex malah terbawa arus terus tenggelam dalam gelombang yang tinggi.

Warga setempat berusaha menyelamatkan Alex yang tenggelam di bawa arus dan menghubungi Basarnas karna keadaan arus yang kuat dan gelombang pantai cukup tinggi.

Tim dari Basarnas dan dibantu oleh aparat kepolisian, Satpol PP dan Masyarakat, korban akhirnya berhasil ditemukan  sekitar pukul 19:00 wib yang sudah kritis lebih kurang 100 M dari tempat kejadian awal tenggelamnya korban dan sempat mendapatkan penyelamatan darurat di tempat kejadian dan akhirnya korban menghembuskan nafas terkhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dikatakan Farman, sebelumnya korban bersama 2 orang rekannya sudah diingatkan oleh warga setempat untuk tidak berenang disaat ombak sedang tinggi. Namun, peringatan tersebut seolah-olah tidak di indahkan sama sekali.(nur)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved