Selasa, 19 Februari 2019
Disdukcapil Natuna Luncurkan Layanan 'Pak Malaw' Urus Akte Kematian | 16 SLTA Sederajat di Kecamatan Tampan Ikuti Sosialisasi Pemilu Pemula | Ratusan Kampus Swasta Bermasalah Ditutup Menristekdikti | Satpol PP Bengkalis 'Garuk' PKL di Trotoar Jl Sudirman, Ini UU yang Bisa Menjerat yang Bandel | Pengcab Perbakin Meranti Terbentuk, Aprizal: Potensi Atlet Menembak Di Meranti Banyak | Azmi Mengudurkan Diri Dirut PT TPM?
 
Internasional
Ulama Terkenal Saudi Meninggal di Tahanan yang Kondisinya Mengenaskan

Internasional - - Selasa, 22/01/2019 - 11:31:21 WIB

SULUHRIAU- Ulama dan Imam terkenal yang merupakan penceramah di Masjid Madinah meninggal di penjara Arab Saudi akibat buruknya kondisi tahanan di negara itu sebagaimana disampaikan oleh para aktivis.

Syekh Ahmed al-Amari merupakan Dekan di Fakultas Ilmu Alquran di Universitas Islam Madinah. Dia meninggal pada Minggu, 20 Januari 2019 yakni lima bulan setelah dia ditahan otoritas Arab Saudi.

Sementara lembaga Prisoners of Conscience yang memantau penahanan dan mendokumentasikan penangkapan para penceramah dan akademisi terkenal menilai bahwa pemerintah Saudi memang sengaja menelantarkan para tahanan termasuk pria tersebut yang berusia 69 tahun. Hal itu diduga akhirnya menyebabkan kematiannya.

Dikutip dari laman Aljazeera, Direktur lembaga yang membidangi HAM berbasis di London, ALQST, Yahya Assiri, menyatakan bahwa al-Amari dijemput dari rumahnya pada Agustus 2018 lalu dan ditahan menyusul adanya penahanan rekannya yang juga ahli ilmu agama, Safar al-Hawali.

Al-Hawali ditahan setelah mempublikasikan buku dengan 3.000 halaman yang memuat soal serangan dan kritik terhadap putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dan keluarga Kerajaan Saudi terkait kedekatan mereka dengan Israel.

Pengguna media sosial banyak yang menyayangkan bahwa tak idealnya perawatan media di balik jeruji yang menyebabkan kematian al-Amari.

"Dia memang tiba-tiba dipindahkan dari penjara Dhaban ke kompleks rumah sakit Raja Abdullah di Jeddah pada 2 Januari akibat penyakit pada otak," kata Assiri.

"Menurut saya kasus ini cenderung kasus sengaja 'membunuh' pelan-pelan dirinya di penjara dibandingkan tak memberikan perawatan medis," lanjutnya. 

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved