Selasa, 19 Februari 2019
Disdukcapil Natuna Luncurkan Layanan 'Pak Malaw' Urus Akte Kematian | 16 SLTA Sederajat di Kecamatan Tampan Ikuti Sosialisasi Pemilu Pemula | Ratusan Kampus Swasta Bermasalah Ditutup Menristekdikti | Satpol PP Bengkalis 'Garuk' PKL di Trotoar Jl Sudirman, Ini UU yang Bisa Menjerat yang Bandel | Pengcab Perbakin Meranti Terbentuk, Aprizal: Potensi Atlet Menembak Di Meranti Banyak | Azmi Mengudurkan Diri Dirut PT TPM?
 
Nasional
Sekjen PBNU Jelaskan Maksud Said Aqil Sebut Imam Masjid Harus dari NU

Nasional - - Minggu, 27/01/2019 - 15:22:28 WIB

SULUHRIAU- Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyatakan di acara Muslimat NU bahwa imam masjid hingga kepala KUA harus berasal dari NU.

Sekjen NU Helmy Faishal Zaini menjelaskan mengenai maksud pernyataan Said Aqil tersebut.

"Yang disampaikan Pak Said itu kan di internal acara NU, jadi kepada para kader NU, kalian semua harus menguasai urusan-urusan yang masalah agama," kata Helmy dilansir detikcom, Minggu (27/1/2019).

"Karena kalau tidak diserahkan kepada ahlinya, ya salah semua. Suruh ngimamin salat, makhrajnya apanya tidak beres. Sudahlah kalian kader NU kalau tidak NU salah semua, pernyataan itu untuk memompa para kader NU. Itu hal yang biasa," jelasnya.

Menurut Helmy, pesan yang disampaikan Said Aqil itu bersifat internal. Dia berpendapat, adalah hal yang biasa pula apabila ada ketua ormas lain menyampaikan hal tersebut kepada anggota ormasnya.

"Kalau ada ketua ormas lain bilang begitu ke kadernya kan itu haknya. Itu konteksnya lebih ke internal. Pokoknya urusan-urusan itu harus diserahkan kepada ahlinya. Sering sekali beliau sampaikan, ada orang yang nggak ngerti Alquran malah ngajari Alquran," tutur Helmy.

Helmy lantas menyinggung kasus Ustaz Evie Effendi yang sempat menyebut 'Muhammad sesat'. Menurut Helmy, hal tersebut bisa terjadi apabila seseorang belum memahami konteks Alquran seperti apa.

"Misalnya kayak Ustaz Evie Effendi dari Bandung, yang mengatakan nabi itu sesat. Itu kan dia tidak memahami konteks Alquran itu," ujar Helmy.

"Kalau kita lihat sering di beberapa masjid, bacaannya, khotbahnya bukan ngadem-ngademin umat malah ngompor-ngomporin umat. Apa yang disampaikan pak Said adalah respons atas fenmena di sosial media," tutupnya.

Sebelumnya Said Aqil di harlah Muslimat NU di GBK, meminta kader-kader NU mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Termasuk di Pilpres 2019.

Said Aqil mendorong kadernya untuk lebih berperan di segala sektor, dari mulai peran agama, peran akhlak, peran kesejahteraan hingga peran politik.

"Agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua," ujar Said Aqil disambut tepuk tangan muslimat NU yang hadir, Minggu (27/1). Acara ini dihadiri pula oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Said mengatakan selama ini kader NU memang telah berperan banyak di tengah masyarakat. Namun ada satu peran yang belum dilakukan, yakni syuhudan syiayah atau peran politik.


Sumber: detik.com | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved