Rabu, 20 Maret 2019
Sebanyak 68 Ribu Surat Suara Pemilu di Inhu Tidak Bisa Digunakan | Mahfud MD Peringatkan Kualat Jika Korupsi di Kementerian Agama | Di Kampus Unri Menteri Rini Sampaikan Kinerja Kinerja BUMN | Dari Kiat Ria Ricis ke Mahasiswa Hingga Bantuan BUMN ke Unri | Warga Pantai Selabaru Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Dispersip Bengkalis Jalin Kerjasama dengan Polres
 
Nasional
Tema HPN 2019: Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Nasional - - Senin, 04/02/2019 - 10:48:15 WIB

SULUHRIAU- Hari Pers Nasional (HPN) 2019 akan dirayakan di Surabaya, Jawa Timur. Kali ini, tema HPN adalah soal digitalisasi, fenomena yang sedang menguat di Indonesia.

"Pers menguatkan kerakyatan berbasis digital," kata Direktur Komunikasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang juga Humas HPN 2019, Yusuf Susilo Hartono, dalam keterangan persnya, Senin (4/2/2019).

Penyelenggaraan HPN tahun ini dimotori oleh PWI sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Oraganisasi pers yang lain turut digandeng, yakni Dewan Pers, Serikat Perusahaan Pers (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Persatuan Peruahaan Periklanan Indonesia (P3I), Asosiasi Televisi Swasta Indonesi (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia ( PRSSNI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

"Bahwa dari tahun ke tahun peringatan HPN, PWI menjadi motor penggerak, itu memang sudah banyak diketahui orang dan para pihak," kata Yusuf.

Kota Surabaya menjadi lokasi HPN 2019 karena Surabaya adalah kota terbesar nomor dua di Indonesia setelah Jakarta. Kegiatan-kegiatan di Surabyaa juga melubar hingga ke wilayah sekitarnya seperti Bangkalan, Jombang, hingga Jember.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menjelaskan perihal idealisme wartawan. Menurutnya, pers Indonesia perlu menjaga negara kebangsaan Indonesia. Namun pers juga perlu independen.

BACA JUGA: 25 Dubes Negara Tetangga Bakal Hadiri Acara HPN 2019

"Platform media mungkin akan mengalami perubahan, tapi jurnalisme akan terus abadi. Tugas para wartawan dan media yang ada saat ini adalah merawat kebangsaan kita, termasuk dengan menyampaikan kritik dan pandangan-pandangan pers yang independen," tandas Yosep.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved