Kamis, 23 Mei 2019
PKS Riau Tolak Teken Hasil Rekapitulasi di Tiga Dapil | Hari Ini, Wagub Kepri Sapari Ramdhan ke Natuna, Ini Agendanya | Ustadz Arifin Ilham Meninggal Malaysia, Almarhum akan Dimakamkan di Gunung Sindur | Buka Bersama Dengan WPR, Chevron Sharing Soal Eksplorasi Minyak Bumi | Kejari Natuna Gelar Buka Bersama Anak Yatim, Sekaligus Pisah Sambut Kasi Pidsus | Moeldoko: 3 Penyelundup Senjata Ditangkap, Pejabat Jadi Sasaran Tembak
 
Politik
Disebut Ngigau Salahkan Jokowi Terkait Andi Arief, Begini Respons Poyuono

Politik - - Selasa, 05/03/2019 - 10:48:11 WIB

SULUHRIAU- Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menyebut Waketum Gerindra Arief Poyuono sedang mengigau karena menyalahkan Presiden Jokowi atas tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

Poyuono menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan Jokowi perlu disalahkan terkait penangkapan Andi Arief.

"Kenapa Joko Widodo wajib kami salahkan dalam menyikapi pengunaan narkoba yang paling makin meningkat jumlahnya di Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo.

Penyelundupan narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia di era Joko Widodo diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dibanding keberhasilan aparat membongkar kasus-kasus seperti ini, ini kata-kata seorang mantan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) Benny Mamoto," kata Poyuono kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

Dia kemudian membeberkan mengenai rendahnya pengungkapan penyelundupan narkoba oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Menurut dia, Indonesia menjadi sasaran dari penyelundupan jaringan narkoba internasional.

"Dari survei BNN, keberhasilan aparat penegak hukum mengungkap penyelundupan narkoba 'baru sekitar 10%'. Artinya 90 % yang beredar dan dikonsumsi jutaan masyarakat Indonesia yang jadi korban narkoba, nah ini bentuk kegagalan Joko Widodo dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia," ujar dia.

Poyuono menyebut Andi Arief sebagai korban dari peredaran narkoba. Bagi Poyuono, banyak pihak yang tidak sadar akan kegagalan pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

"Maka korban dari peredaran narkoba yang kayak model Andi Arief hingga berjumlah jutaan. Nah kok kami bilang Andi Arief korban kegagalan Joko Widodo dalam hal pemberantasan peredaran narkoba, banyak yang tim sana enggak nyampe pikirannya ya, dimana penguna narkoba yang korban peredaran narkoba disebabkan oleh gagalnya pemerintah," imbuh dia.

"Nah itulah pemberantasan narkoba itu dalam sebuah negara merupakan tanggung jawab seorang Presiden dalam melindungi warga negara dari kerusakan kerusakan jiwa dan mental akibat narkoba," sambungnya.

Sebelumnya, Ace menepis pernyataan Poyuono yang menyalahkan Jokowi terkait penangkapan Andi Arief dalam kasus narkoba. Ace menegaskan tertangkapnya Andi Arief justru bukti pemerintah tidak tebang pilih dalam memberantas narkoba.

"Pak Arief Poyuono sedang tidak mengigau, kan? Kok Andi Arief yang mengkonsumsi narkoba, Pak Jokowi yang disalahkan. Andi Arief yang bersalah, Pak Jokowi yang disalahkan. Justru dengan ditangkapnya Andi Arief pemerintah Jokowi tak pandang bulu siapapun yang terlibat narkoba harus diadili," ungkap juru bicara TKN Jokowi, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (4/3/2019).

Ace lalu menyindir kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait kasus ini. Dia meminta Arief untuk ngaca.

"Harusnya Pak Arief Poyuono yang ngaca diri. Bagaimana kubu Prabowo mau memberantas narkoba, lha wong tim andalannya yang suka menyerang Pak Jokowi malah digerebek kasus narkoba," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved