Jum'at, 19 April 2019
Hari Ini, Kecamatan Sukajadi dan Sail Pekanbaru Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara | Pemkab Natuna Gelar Sharing Session dan Presentasi Produk Smart City Telkom | Emak-emak 'Gruduk' Kantor KPU Pekanbaru Karena tak Dapat Nyoblos | Pendukung Prabowo Laporkan Lembaga Survei soal QC Pilpres ke KPU | Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Gambar Kemaluan di Masjid Cilandak | Soal Kurangnya Surat Suara di TPS, Ini Jawaban Versi KPU Riau
 
Internasional
Ribuan Orang di Memorial Teror New Zealand, Nama-nama Korban Dibacakan

Internasional - - Jumat, 29/03/2019 - 10:52:33 WIB

SULUHRIAU, Wellington - Ribuan orang berdiri dalam hening di Hagley Park, Christchurch, New Zealand saat memorial nasional untuk korban teror dua masjid digelar. Satu per satu nama korban tewas dibacakan di hadapan hadirin yang diam sebagai wujud penghormatan terakhir.

Pembicara dalam memorial itu menyerukan agar tragedi ini bisa menjadikan New Zealand lebih baik dan lebih toleran.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (29/3/2019), belasan perwakilan pemerintah berbagai negara ikut bergabung bersama Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam national memorial service yang digelar di Hagley Park, seberang Masjid Al Noor yang pada 15 Maret lalu menjadi salah satu lokasi teror mematikan.

Sedikitnya 50 orang tewas dalam teror masjid itu, dengan lebih dari 40 orang di antaranya tewas di Masjid Al Noor.

Dalam acara memorial yang digelar dua pekan usai teror mematikan itu, nama-nama korban dibacakan oleh anggota komunitas muslim bersama Komunitas Lintas Agama Christchurch yang ikut berdiri di panggung untuk memberikan dukungan. Hadirin tetap hening selama pembacaan nama korban berlangsung.

"Ahmed Gamal Eldin Mohamed Abdel Ghany, Osama Adnan Yousef Abukwaik, Husna Ahmed, Syed Areeb Ahmed, Farhaj Ahsan, Mohsen Mohammed Al-Harbi, Ashraf Ali, Ashraf Ali, Syed Jahandad Ali, Ansi Karippakulam Alibava."

"Hussein Al-Umari, Linda Susan Armstrong, Muse Nur Awale, Zakaria Bhuiya, Kamel Moh Kamal Kamel Darwish, Ata Mohammad Ata Elayyan, Ali Mah Abdullah Elmadani, Abdukadir Elmi, Mohammad Omar Faruk, Mucaad Ibrahim."

"Junaid Ismail, Amjad Kasem Hamid, Lilik Abdul Hamid, MD Mojammel Hoq, Ozair Kadir, Mohammed Imran Khan, Maheboob Allarakha Khokhar, Haroon Mahmood, Sayyad Ahmad Milne, Mohamad Moosid Mohamedhosen."

"Muhammad Haziq Mohd-Tarmizi, Hussein, Mohamed Khalil Moustafa, Haji Mohemmed Daoud Nabi, Tariq Rashid Omar, Musa Vali Suleman Patel, Abdelfattah Qasem, Ashraf El-Moursy Ragheb, Matiullah Safi, Muhammad Abdus Samad, Muhammad Suhail Shahid."

"Mounir Soliman, Khaled Mwafak Alhaj-Mustafa, Hamza Khaled Alhaj-Mustafa, Ghulam Hussain, Karam Bibi, Mohammad Zeshan Raza, Naeem Rashid, Talha Naeem, Arif Mohamedali Vohra, Ramiz Arifbhai Vohra."

PM Ardern yang hadir di panggung dengan memakai jubah Maori yang bernama 'kakahu', menyatakan dunia harus mengakhiri siklus ekstremisme yang keji dan itu memerlukan upaya global.

"Jawaban untuk mereka ada pada konsep sederhana yang tidak terikat pada perbatasan domestik, tidak didasarkan pada etnis, kekuatan atau bahkan bentuk pemerintahan. Jawabannya ada pada kemanusiaan kita," tegasnya.

Acara memorial yang disiarkan secara nasional ke seluruh New Zealand ini digelar dengan pengamanan ketat. Hingga kini, New Zealand masih dalam kondisi siaga tinggi. Komisioner Kepolisian New Zealand, Mike Bush, menyebut acara ini menjadi salah satu acara dengan pengamanan paling besar yang pernah dilakukan pihaknya.

"Tantangan kita sekarang adalah menjadi diri kita yang terbaik setiap harinya. Karena kita tidak kebal pada virus kebencian, ketakutan, dan lainnya. Kita tidak pernah kebal. Tapi kita bisa menjadi negara yang menemukan kesembuhan. Dan oleh karena itu, masing-masing kita, begitu meninggalkan tempat ini, kita punya pekerjaan untuk dilakukan," ucap PM Ardern.

Sumber; detik.com | Editor: Jandri   

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved