Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Sosial Budaya
UAS dan tvOne Tangkis Serangan Akun Said Didu Bajakan

Sosial Budaya - - Senin, 15/04/2019 - 08:28:51 WIB

SULUHRIAU- Dalam kisaran waktu kurang dari 24 jam terakhir, media sosial dihebohkan dengan serangan-serangan yang dibuat oleh pembajak akun Twitter milik mantan Sesmen kementerian ESDM, Said Didu.

Ustadz Abdul Somad dan tvOne yang menjadi sasaran tembak si pembajak akun pun sampai harus memberikan klarifikasi.

Cerita bermula pada Sabtu (13/4/2019) hampir tengah malam. Akun Said Didu mencuit beberapa hal yang menyerang ustadz Somad secara personal. Tak hanya Somad, tvOne juga kena tuduh terlibat dalam proses pemberian dukungan Somad kepada pasangan calon tertentu dalam Pilpres. Serangan terhadap Ustadz Abdul Somad dan tvOne itu 'bermodalkan' sebuah foto pertemuan antara internal tvOne dengan Somad.

Dimintai konfirmasi pada Ahad, (14/4/2019) dinihari, Said Didu memastikan bahwa kicauan-kicauan yang menyudutkan Somad itu berasal dari ulah si pembajak akun Twitter miliknya.

Said mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.

"Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh sudah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya sudah nggak bisa cek," kata Said Didu.

Said Didu mengaku heran mengapa akun Twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini.

Sepanjang malam, Said dibantu teman-temannya berupaya untuk kembali mendapatkan akses terhadap akun miliknya. Namun upaya itu gagal.

Pada Minggu pagi, Somad angkat bicara mengenai tuduhan-tuduhan liar yang dibuat si pembajak akun Said Didu kepada dirinya. Memastikan bahwa tuduhan itu hoax, Somad juga berbicara mengenai orang-orang yang marah lalu menebar fitnah hanya karena perbedaan pilihan politik.

"Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI dengan kelapangan hati. #SaveUAS," demikian kutipan di dalam foto pertama itu.



tvOne yang turut terkena tudingan pun memberikan klarifikasi. tvOne menjelaskan konteks foto antara jajaran direksi dan pegawai tvOne dengan ustaz Somad yang di-framing oleh si pembajak akun, sebagai upaya merumuskan dukungan kepada paslon. tvOne menepis tuduhan itu mentah-mentah.

"Sehubungan beredarnya twitter @saididu yang diretas dan disalahgunakan, terdapat post foto Ustadz Abdul Somad (UAS) dan jajaran direksi serta karyawan tvOne. Gambar itu sedang berbincang-bincang setelah Ustadz Somad menjadi khatib sholat Jumat, 7 Desember 2018 di kantor tvOne," demikian klarifikasi tvOne di akun Twitter resminya, Minggu (14/4/2019).

Dalam klarifikasi itu, tvOne menampilkan screenshot cuitan dari akun saididu yang dibajak. Di cuitan itu, ada tuduhan tvOne dan UAS dibayar dalam kaitannya untuk mendukung salah satu paslon. Tak hanya itu, Karni Ilyas juga ikut dituding berperan dalam dukungan UAS pada paslon tersebut. tvOne menegaskan itu fitnah.

"Kami tegaskan hal itu adalah fitnah, tuduhan tidak berdasar," tegas tvOne.

Siapa peretas akun Said Didu yang membuat heboh media sosial itu? Sosoknya masih gelap. Said Didu yang sampai Minggu sore masih tidak dapat mengambil akunnya, belum akan melapor ke polisi.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri


Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved