Selasa, 25 Juni 2019
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan | Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi | 25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau | Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS | Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru | LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
 
Ekbis
Mobil-mobil di Malaysia Awet karena Pakai Bensin Oktan 95

Ekbis - - Senin, 15/04/2019 - 08:57:16 WIB

SULUHRIAU- Mobil-mobil tua masih cukup memadati jalanan Malaysia, seperti Honda Accord 90-an, Toyota Corolla DX, dan sebagainya.

Salah satu penyebab awetnya kendaraan di sana adalah standar BBM (Bahan Bakar Minyak) yang sudah tinggi.

Jangankan Premium, yang masih populer di Indonesia, bensin standar Pertamax sudah sangat jarang ditemui. Di Malaysia, semua mobil termasuk kendaraan keluarga 1.500cc harus pakai standar RON 95 atau setara dengan Pertamax Plus kalau di Indonesia.

"Paling kecil (RON atau Octane Number) adalah 95. Jadi mobil cc 1,5 atau jadul pakainya itu. Masih ada yang RON 92, tapi jarang sekali," kata salah satu pengunjung International Automodified (IAM) di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/4/2019).

"Kalau mobil seperti BMW, Mercedes-Benz, KIA, dan lainnya pakai RON 98," lanjut dia.

Oleh sebab itu, masalah pada mobil yang sering terjadi adalah karet wiper, fuel pump, atau 'luka' tabrakan saja. Sangat jarang masalah kendaraan berdecit atau ngelitik. Di Indonesia pemakaian BBM memang disesuaikan dengan kantong para pemilik kendaraan.

Untuk mobil murah jenis LCGC misalnya. Sudah dianjurkan pemerintah untuk menggunakan bensin beroktan minimal 92, namun masih marak pemilik mobil LCGC yang justru mengisinya dengan bensin beroktan 88 atau 90. Memang tak ada aturan mengikat terkait isi bensin di dalam kendaraan.

Setidaknya mengisi kendaraan dengan bensin sesuai anjuran pabrikan dapat membuat mesin lebih awet dan juga tahan lama.

Sumber: detikOto | Editor: Jandri


Senin, 24/06/2019 - 20:42:23 WIB
5 Kasus Pemilu 2019 di Bengkalis tak Ada yang Sampai ke Pengadilan
Senin, 24/06/2019 - 20:29:32 WIB
Buntut Yel-yel, AMPM Riau Laporkan Suporter PSPS ke Polisi
Senin, 24/06/2019 - 20:17:17 WIB
25 Juni 2019 Batas Akhir Perpanjangan Waktu Pelunasan BPIH JCH Riau
Senin, 24/06/2019 - 13:00:30 WIB
Suportes Demo ke Kantor Gubri, Tuntut Selamatkan PSPS
Senin, 24/06/2019 - 12:56:58 WIB
Dua Pria Diduga Jambret Babak Belur Dihajar Massa di Jl Arifin Achmad Pekabaru
Minggu, 23/06/2019 - 22:25:39 WIB
Bakal Digelar Pekan Ketiga September
LPTQ Bengkalis Gelar Diklat Sistem e-MTQ dan Administrasi Berbasis IT
Minggu, 23/06/2019 - 22:08:51 WIB
Gelar Aksi di Ruang Paripurn DPRD,
Mahasiswa Riau Protes soal Banjir di Paripurna HUT Pekanbaru ke-235
Minggu, 23/06/2019 - 11:02:56 WIB
Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-235: Sudah Banyak Dilakukan
Minggu, 23/06/2019 - 06:02:56 WIB
Catatan HUT Pekanbaru ke 235
Banjir dan Macet Masih Jadi Persoalan Kota Pekanbaru
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved