Selasa, 16 Juli 2019
BKP SDM Pekanbaru Masih Tahap Penyusunan Fomasi PPPK yang Lulus Seleksi | Lima Intansi di Luar Pemko Pekanbaru Ini akan Buka Layanan di MPP | Noviwaldi Dikabarkan Sakit, Ketua F Demokrat DPRD Riau: Saya Belum Tahu Pasti | Pembekalan Kukerta Bagi Mahasiswa STAI Selatpanjang, Wabup: Berikan Manfaat Bagi Masyarakat | 13 OPD di Riau Belum Ajukan Pencairan Proyek APBN 2019 | Perdana, Asri Auzar Sebagai Wakil Ketua DPRD Pimpin Rapat Paripurna
 
Nasional
Polisi: Eggi Sudjana Resmi Ditahan Selama 20 Hari ke Depan

Nasional - - Rabu, 15/05/2019 - 09:10:29 WIB

SULUHRIAU- Kepolisian membenarkan telah melakukan penahanan terhadap Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis atau TPUA, Eggi Sudjana pada Selasa malam, 14 Mei 2019.

Penahanan dilakukan berdasar Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, tanggal 14 Mei 2019. Polisi menegaskan, hal yang dilakukan telah sesuai prosedur.

"Tersangka dilakukan penahanan, dengan diawali membacakan Surat Perintah Penahanan oleh penyidik dan dipersilahkan membaca Surat Perintah Penahanan tersebut," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/5/2019).


Argo menambahkan, calon legislator dari Partai Amanat Nasional itu masuk ke dalam Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, sekitar pukul 23.00 WIB. Eggi akan ditahan sampai 20 hari ke depan.

"Tersangka dimasukkan ke dalam tahanan Dit Tahti Polda Metro Jaya, sekira pukul 23.00 WIB," katanya.

Untuk diketahui, Eggi Sudjana ditetapkan tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya berdasarkan setelah proses gelar perkara pada 7 Mei 2019, dengan kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti.

Dia dilaporkan oleh caleg PDIP, S. Dewi Ambarawati alas Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar.

Dewi melaporkan Eggi, berkaitan dengan beredarnya video ketika Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi. Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri pada Jumat 19 April.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Terkait status tersangkanya ini, Eggi telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved