Kamis, 19 09 2019
Stok Masker N95 dan Air Purifier Menipis | Turut Prihatin, DPK SAPMA IPK UR Bagikan Masker ke Warga | Teratak Literasi Sediakan Buku Bacaan untuk Ngisi Waktu Bagi Korban Asap | Peduli Kabut Asap, Kapolres Natuna Turut Turun ke Jalan Bagi-bagi Masker ke Masyarakat | Mendikbud: Tahun Depan Gaji Guru Honorer Bersumber dari Dana Alokasi Umum | Polres Siak Buka Posko Kesehatan Penanggulangan Kabut Asap dan Bagikan Masker ke Warga
 
Sosial Budaya
Hujan, 'Ghayo Onam' Tetap Dikuti Ribuan Warga dan Pejabat di Bangkinang

Sosial Budaya - - Rabu, 12/06/2019 - 15:02:00 WIB

SULUHRIAU, Bangkinang- Tepat Rabu (12/6/2019) atau enam hari syawal 1440 H, masyarakat Bangkinang Kabupaten Kampar 'Baghayo Onam' (ber hari raya enam) di pusatkan di Bangkinang Seberarang atau Desa Muara Uwai. 

Raya enam diselenggarakan hari ini kebtulan turun hujan. Namun, tidak menyurutkan semangat masyarakat setempat untuk menjalankan prosesi tradisi tersebut dimulai dari ziarah kubur ke makam sanak saudara dan makam tokoh-tokoh masyarakat itu.

Hari 'ghayo onam' ini dihadiri Gubernur Riau H Syamsuar yang didampingi Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

Kemudian Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar H Yusri, forum komunikasi pimpinan daerah [Forkopinda) Kampar, tokoh masyarakat Kampar, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya.

Acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat dengan berpakaian muslim dan berselendang kain sruny.

Saat kegiatan, hujan dengan intensitas sedang mengguyur Bangkinang dan sekitarnya,  seperti di Desa Muara Uwai, Desa Binuang, Desa Pulau Lawas, Kelurahan Pulau, Kelurahan Pasir Sialang dan Desa Sipungguk Kecamatan Salo.

Sempat juga arak-arakan warga berhenti berteduh karena hujan, dan setelah reda dilanjutkan untuk ziarah kubur.

Ada makam Datuk Tabano di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang yang tidak luput diziarahi dalam acara ini.

Usai berdoa dan ziarah kubur, masyarakat pun saling bersalaman antar sesama peziarah. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di Rumah Tuo, yang tak jauh
dari Masjid Jami' Bangkinang.

Berbagai makanan ciri khas Bangkinang, seperti, roti jala, lapek bugi, lemang tapai, lomang pasung, lontong soto dan jenis makanan lainnya dihidangkan.

Tradisi ini sudah berjalan sejak ratusan tahun silam dengan turun-temurun hingga kini. Hari Rayo Onam (Hari Raya Puasa Enam-red) dan ziarah kubur tahun ini.

Hari Rayo Onam ini digelar setelah melakukan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal. Puasa sunnah enam hari itu dilakukan sehari setelah memperingati hari raya Idul Fitri.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, tradisi ziarah di Bangkinang ini tidak akan pernah habisnya. Dan harus terus dilanjutkan oleh seluruh masyarakat Bangkinang. Selain menyampaikan doa, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kabupaten
Kampar.

Dalam kesemepatan itu, Gubernur juga mengatakan berupaya menjadikan tradisi ziarah kubur ini sebagai salah satu ivent Pariwisata Riau.

Ini bisa menjadi salah satu penarik wisatawan, terutama bagi negara tetangga. "Acara yang sudah turun-temurun ini akan kita jadikan sebagai destinasi pariwisata Riau," kata Gubri. [syf]






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved