Kamis, 19 09 2019
Proses Penilaian MTQ ke-44 Tingkat Kabupaten Bakal Berbasis Elektronik | Mendikbud RI Luncuran Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna | Kabut Asap Ganggu Aktivitas Ekonomi | Imam Nahrawi Tersangka KPK, Istana: Otomatis Mundur sebagai Menpora | Batal Terbang ke Anambas Gara-gara Asap, Ini Sindiran UAS untuk Pembakar Lahan | Jof Fair Pemko 2019, Ada 40 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja
 
Daerah
Warga Sei Apit Tenggelan di Sungai Saat Merakit Kayu, Pawang Buaya Ikut Mencari

Daerah - - Rabu, 19/06/2019 - 14:04:49 WIB

SULUHRIAU, Siak- Humas Basarnas Pekanbaru, Kukuh Widodo, mengatakan siang tadi menerima laporan terkait tenggelamnya salah seorang warga di Sungai Lakar, Desa Teluk Lanus, Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Ia dilaporkan oleh penjaga kanal di sungai, Ruslan, bahwa korban telah tenggelam tadi malam.

Kukuh Widodo mengatakan, berdasarkan informasi korban bernama Keling (35) tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Lakar pada Selasa (18/6/2019) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat malam kejadian itu, korban bersama dengan temannya, Moh (30) tengah merakit kayu di tepi kanal. Kayu tersebut rencananya untuk membangun pondok-pondok di ladang.

Saat itu, Moh pergi sebentar meninggalkan Keling yang tengah merakit kayu. Namun setelah beberapa waktu ia kembali, ia tidak lagi melihat keberadaan Keling.

"Dari pengakuan saksi ia hanya melihat celana, baju dan kayu yang sudah terikat di pinggir kanal," kata Kukuh Rabu (19/6/2019).

Moh saat itu pun mencoba memanggil-manggil dan mencari temannya, namun tidak ketemu. Ia pun melapor ke Ruslan yang berjaga di Kanal dan melakukan pencarian bersama masyarakat. Namun hingga siang ini Keling belum dapat ditemukan.

Pasca menerima laporan tersebut, Kantor Basarnas pun segera menyiapkan tim untuk membantu proses pencarian. Sebanyak satu unit tim rescue dikerahkan ke lokasi untuk memberikan bantuan.
"Menurut estimasi tim akan sampai di lokasi sekitar 16.45 WIB nanti," jelas Kukuh.

Selain enam orang yang ada di tim, Basarnas Pekanbaru juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.

"Kita mendapat info juga bahwa daerah tersebut masih banyal buayanya. Ada juga yang memanggil pawang buaya tapi hasilnya masih nihil," pungkasnya. [rls,jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved