Sabtu, 19 Oktober 2019
Mie Instan Bahayakan Pertumbuhan Jutaan Anak di Asia Tenggara | Buka Muswil III RAPI Meranti, Wabup: Sangat Berguna untuk Berbagi Informasi | Atap Kantor LBH Medan Terbakar Usai Dilempar Molotov | MUI Minta Polisi Tindak Komunitas Pria Berjilbab | Viral 'Ritual' Kerahkan Jin Amankan Pelantikan Jokowi, MPR Tak Terganggu | Hearing Perdana Komisi III DPRD Riau dengan OPD Minus Anggota F PKS, FPAN dan Gerindra
 
Nasional
Jokowi-Ma'ruf Ditetapkan Sebagai Presiden dan Wapres

Nasional - - Minggu, 30/06/2019 - 20:55:17 WIB

TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU- Komisi Pemilihan Umum KPU) resmi menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden dan Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2019.

Ketua KPU Arief Budiman menetapkannya dalam sidang pleno di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Minggu (30/6/2019).

"Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 Nomor Urut 01, Sdr. Ir. H. Joko Widodo dan Sdr. Prof. Dr. (HC) KH. Ma'ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional, sebagai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode Tahun 2019-2024," ujar Arief.

Arief mengatakan keputusan itu berlaku sejak tanggal ditetapkan. Setelah keputusan itu dibacakan, KPU menyerahkan salinannya kepada masing-masing perwakilan partai politik.

Kemudian KPU juga menyerahkannya kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua Bawaslu Abhan.
KPU juga menyerahkan salinan itu kepada dua pasangan capres dan cawapres paslon 02.

Kepada paslon nomor urut 02, salinan itu diserahkan kepada yang mewakili yakni politisi Partai Gerindra Habiburokhman.

Selanjutnya, KPU menyerahkan salinan itu kepada Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, dia tetap membuka peluang bergabungnya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, masuk pemerintahan periode keduanya.

Menurutnya, semua pihak akan diberi kesempatan, jika ingin bersama-sama membangun Indonesia lebih baik.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut hal tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu oleh koalisi yang sudah ada selama ini.

"Ya, masih-masih perlu waktu, karena saya pun harus mengajak bicara untuk yang sudah ada di dalam, yaitu Koalisi Indonesia kerja. Tapi seperti yang sudah saya sampaikan, kita terbuka untuk siapapun bersama-sama memajukan negara ini, bersama-sama membangun negara ini," kata Jokowi, usai penetapan presiden dan wakil presiden terpilih di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Ditanya kapan ia akan bertemu Prabowo usai penetapan ini, Jokowi justru meminta awak media menanyakan hal tersebut kepada Prabowo. "Tanyakan Pak Prabowo, kapan ketemu Pak Jokowi," katanya.

Pada saat pelantikan presiden dan wakil presiden Oktober mendatang, ia pun berharap, agar Prabowo dan Sandiaga dapat menghadirinya.

Ia bersama Ma'ruf Amin akan sangat senang, jika keduanya hadir. "Yang undang MPR, tetapi saya dan Pak Kiai Ma'ruf Amin akan sangat berbahagia apabila Pak Prabowo dan Pak sandiaga Uno datang dalam pelantikan yang akan datang," ujarnya.

Sumber: Kompas.com, viva.co.id
Editor: Jandri





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved