Kamis, 12 Desember 2019
Meranti Pacu Pertumbuhan Ekonomi Melalui Aksesbilitas Pelabuhan | Ratusan Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Rohul Ikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan | Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong Mesin Potong Kayu | Apakah Pertanyaan Kubur Diperuntukkan Semua Manusia atau hanya Muslim Saja? | Nadiem: Ujian Nasional Adalah Beban Stress Siswa, Akan Ada Penggantinya di 2021 | Rakor dengan Pimpinan Daerah, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar
 
Daerah
Dua Oknum Pegawai Dishub Meranti Ditahan Kejari

Daerah - - Jumat, 19/07/2019 - 08:32:05 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Dua oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabapaten Kepulauan Meranti berinisial SF dan GT yang diduga terlibat kasus korupsi resmi ditahan oleh Kejaksaan Negri Kepulauan Meranti, Kamis, (18/7/2019).

Kedua orang tersangka tersebut ditahan terkait dugaan kasus korupsi retribusi kempang dan kapal barang yang beroperasi dibeberapa tempat di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Ya, kita lakukan penahanan terhadap dua orang tersangka atas nama SF dan GT terkait dugaan korupsi dana retrebusi tahun 2012 hingga 2015 lalu yang jumlahnya cukup lumayan," kata Robby Prasetya Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti.

Diterangkan Robby, bahwa perbuatan tersangka yakni melakukan pungutan dana dengan menggunakan karcis atau pas naik ke kempang, namun hasil kutipan tersebut tidak seluruhnya distorkan untuk kas daerah.

Bahkan ironisnya ada dugaan bahwa tersangka melakun perbuatan manipulasi dengan mencetak sendiri  karcis atau tiket kempang yang tidak sesuai dengan Perda, dan didistribusikan,kata Robbi.

Sesuai aturan, karcis atau pas  seharusnya dikeluarkan oleh DPPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti, namun kedua oknum DLLAJ itu, mencetak sendiri dan menjual kepada penumpang.

"Untuk mempercepat proses penyelidikan,  terhadap kedua tersangka kita lakukan penahanan, siang ini, (Kamis 18/7/2019) didampingi pengacara, mereka diperiksa oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus, guna mengungkap dugaan korupsi di lingkungan Dishub Pemkab Meranti tersebut.

Kita akan ungkap semua pihak yang terkait dalam kasus ini, sebab mana mungkin tindakan yang dilakukan secara terang terangan oleh tersangka tanpa diketahui oleh atasan mereka.

Memang sejauh ini kedua tersangka masih koperatif dan mengakui perbuatannya, mudah mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, kasus ini akan terang benderang, pungkas Robby Prasitya. (rls/tmy)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved