Rabu, 23 Oktober 2019
Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf, Ini Susunan Lengkapnya | Tingkatkan Kompetisi, 58 Wartawan Ikuti Pelatihan Jurnalistik Ditaja 3 KKKS dan Pemkab Natuna | Sekretaris Komisi IV DPRD Minta Sisa Jabatan Wako Fokus Tangani Masalah Banjir | Kabinet Jokowi 88%: Calon Menteri Profesional 15 Orang, Politikus 14 Orang | Anak Sapi Berkaki Delapan Lahir di Kandang Fapertapet UIN Suska Riau | Pimpinan Definitif DPRD Meranti Dilantik, Bupati: Semoga Sinergi Legislatif-Eksekutif Makin Baik
 
Internasional
Unjuk Rasa Terbaru Berujung Bentrok, 49 Orang Ditangkap di Hong Kong

Internasional - - Senin, 29/07/2019 - 20:24:38 WIB

SULUHRIAU- Sedikitnya 49 orang ditangkap setelah unjuk rasa terbaru di Hong Kong berujung bentrokan antara demonstran dan polisi. Kepolisian Hong Kong menangkap orang-orang yang dianggap bertindak ekstrem dalam unjuk rasa.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (29/7/2019), Kepolisian Hong Kong dalam pernyataannya menyebut puluhan orang ditangkap karena melakukan berbagai pelanggaran seperti menggelar perkumpulan tanpa izin dan membawa senjata-senjata ofensif dalam unjuk rasa terbaru pada Minggu (28/7) waktu setempat.

"Aksi para demonstran radikal semakin lama semakin kasar," demikian pernyataan Kepolisian Hong Kong.

"Aksi mereka meluas mulai dari mencopot pagar, melemparkan tongkat logam dan bata hingga melakukan pembakaran dan penghancuran besar-besaran. Polisi secara tegas mengecam perilaku semacam itu yang jelas telah menyimpang dari prinsip-prinsip mengekspresikan pendapat secara damai," tegas pernyataan itu.

Otoritas media setempat menyebut sekitar 16 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan itu.

Puluhan ribu demonstran prodemokrasi mengabaikan larangan otoritas Hong Kong untuk menggelar aksi protes tanpa izin pada Minggu (28/7) waktu setempat, sehari setelah polisi antihuru-hara menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa ilegal lainnya.

Demonstran Hong Kong bentrok dengan polisiDemonstran Hong Kong bentrok dengan polisi Foto: Ring Yu/HK01 via AP

Otoritas Hong Kong awalnya memberikan izin untuk aksi di area taman yang ada di distrik komersial yang disebut Central, namun jumlah demonstran dengan cepat bertambah dan membeludak ke jalanan sekitar.

Beberapa demonstran bahkan bergerak di Causeway Bay, sebuah distrik perbelanjaan terkenal, di mana mereka membentuk barikade dan menguasai jalan raya.

Sekelompok demonstran lainnya bergerak ke kantor perwakilan otoritas China di Hong Kong, yang telah dijaga ketat oleh polisi antihuru-hara. Ketegangan semakin meningkat antara demonstran dan polisi, sehingga gas air mata dan peluru karet ditembakkan polisi untuk malam kedua.

Menurut Kepolisian Hong Kong, sekelompok demonstran 'radikal' melakukan pembakaran di berbagai lokasi. Bahkan dilaporkan ada yang mendorong sebuah troli yang dibakar ke arah polisi dan menyerang polisi dengan batu, botol kaca dan bom cat serta cairan korosif.

Kepolisian Hong Kong juga menyebut bahwa ada demonstran yang menembakkan gotri ke arah polisi dengan menggunakan busur silang (crossbow).

"Rambu lalu lintas berukuran besar dicopot dari trotoar dan objek-objek yang berat dilemparkan dari ketinggian ke arah personel kepolisian di dekat Rumsey Street di Sheung Wan, memberikan ancaman serius bagi nyawa para polisi," demikian pernyataan Kepolisian Hong Kong.

"Polisi juga menyita busur dan anak panah, yang merupakan senjata mematikan, di lokasi," imbuh pernyataan itu.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved