Kamis, 23 Januari 2020
Permintaan Parsel Jelang Imlek Meningkat | Lahan Terbakar di Inhil Dilakukan Pendidinginan | Iuran Dirasa Berat, Peserta BPJS Pekanbaru Berlomba Pilih Turun Kelas | Upacara Peringatan HUT Satpam Ke-35, Wabup: Peran Satpam Besar dalam Keamanan Meranti | Tuntut Bayar Insentif, RT/RW Demo Walikota dan DPRD Pekanbaru | Kemenag Wacanakan Teks Khotbah Jumat di Diatur Pemerintah
 
Internasional
Kerusuhan di Penjara Brasil Tewaskan 52 Orang, Sebagian Dipenggal

Internasional - - Selasa, 30/07/2019 - 13:58:17 WIB

SULUHRIAU- Sedikitnya 52 orang tewas dalam kerusuhan di sebuah penjara di Brasil yang dipicu oleh pertikaian antar geng selama lima jam.

Pernyataan resmi pemerintah negara bagian Para menyebutkan sejumlah anggota geng Comando Classe A (CCA) membakar sel tempat para anggota geng Comando Vermelho (Komando Merah) ditahan.

Akibatnya, para anggota geng dari satu blok penjara menyerbu blok lainnya di Penjara Altamira, negara bagian Para.

Dari sekitar 52 orang tewas, sebanyak 16 di antara mereka kepalanya dipenggal. Sisanya tewas akibat mengalami sesak napas setelah api melalap sebagian penjara.

Kerusuhan merebak pada pukul 07.00 waktu setempat dan berakhir sekitar tengah hari, kata para pejabat pemerintah.

Struktur sel-sel di dalam penjara tersebut diperkirakan membuat api cepat menyebar sehingga banyak tahanan yang tewas sesak napas.

Beberapa pejabat mengatakan dua petugas penjara yang tadinya disandera telah dibebaskan, karena tujuan serbuan adalah menyerang geng lain, alih-alih sipir.

Tiada indikasi atau tanda bahwa serangan akan berlangsung sebesar ini, sebut pernyataan pemerintah negara bagian Para.

A map shows Altamira in Para, BrazilBBC
Tayangan rekaman video yang disebut dibawa media Brasil dari dalam penjara menunjukkan asap mengepul dari sedikitnya satu gedung penjara. Adapun tayangan lainnya menampilkan tahanan berjalan di atas atap penjara.

Penjara Altamira dirancang menampung 200 orang, namun kini dihuni 309 tahanan. Para pejabat membantah bahwa penghuni penjara tersebut melampaui daya tampung.

Para pemimpin geng yang terbukti terlibat dalam insiden penyerangan akan dipindahkan ke penjara federal untuk dikurung di dalam sel isolasi.

Aksi kekerasan di penjara Brasil kerap terjadi. Populasi penghuni penjara di negara itu adalah yang ketiga terbanyak di dunia, yakni 700.000 tahanan.

Karena itu, jumlah penghuni yang melebihi kapasitas merupakan masalah umum. Bentrokan antargeng juga sering berlangsung, begitu pula dengan kerusuhan.

Pada Mei lalu, sebanyak 40 orang tewas dibunuh di empat penjara pada hari yang sama. Insiden itu terjadi sehari setelah 15 orang tewas dalam perkelahian di dalam penjara.

Pada Januari 2017 saja, lebih dari 130 orang tewas dalam kerusuhan di dalam penjara yang melibatkan dua geng terbesar. Kericuhan berlangsung lama dan ratusan tahanan dipindahkan.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berikrar mengetatkan kendali di penjara dan pada saat bersamaan membangun lebih banyak penjara.

Sumber: detik.com, BBC News Indonesia | Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved