Rabu, 23 Oktober 2019
Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf, Ini Susunan Lengkapnya | Tingkatkan Kompetisi, 58 Wartawan Ikuti Pelatihan Jurnalistik Ditaja 3 KKKS dan Pemkab Natuna | Sekretaris Komisi IV DPRD Minta Sisa Jabatan Wako Fokus Tangani Masalah Banjir | Kabinet Jokowi 88%: Calon Menteri Profesional 15 Orang, Politikus 14 Orang | Anak Sapi Berkaki Delapan Lahir di Kandang Fapertapet UIN Suska Riau | Pimpinan Definitif DPRD Meranti Dilantik, Bupati: Semoga Sinergi Legislatif-Eksekutif Makin Baik
 
Daerah
Ketika Sambaran Petir di Sumut Membawa Maut dan Kerbau Mati Bergelimpangan

Daerah - - Minggu, 25/08/2019 - 21:35:05 WIB

SULUHRIAU- Sudah tiga nyawa melayang akibat fenomena alam berupa petir yang menyambar di Sumatera Utara. Kejadian pertama menimpa seorang penggembala kerbau di Desa Uratan, Tapanuli Tengah.

Penggembala bernama Sitor Habeahan tersambar petir saat menghidupkan api untuk mengasapi kerbau-kerbau di dalam kandang agar tak diganggu nyamuk, Senin (19/8) sekitar pukul 19.20 WIB. Selain Sitor, dua puluhan kerbau juga ikut tersambar petir. 19 di antaranya mati.

"Kejadiannya bermula saat korban menghidupkan api seperti setiap harinya mengasapi kelompok kerbau di dalam kandang agar tidak diganggu nyamuk. Di saat itulah, Sitor Habeahan disambar petir," kata warga setempat, Parulian Simatupang, Selasa (20/8/2019).

Kebau-kerbau tersebut bukan milik Sitor, tapi milik Mikael Simbolon. 19 kerbau milik Mikael tersebut dikuburkan secara massal sehari kemudian.

Kerbau dikubur di Desa Sawo Lamo, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapteng, Selasa (20/8). Penguburan secara massal dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB. Sementara itu, jenazah Sitor baru dimakamkan pada Rabu (21/8/2019).

Berselang beberapa hari kemudian, kejadian serupa terjadi di Padang Lawas, Sumatera Utara. Kejadian menimpa santri putri yang sedang mencari bambu di pekarangan pesantren.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/8) pagi. Saat mencari bambu, mendadak hujan turun dan petir menyambar keenam santri tersebut.

"Mendadak hujan turun dan disertai petir dan mengenai mereka," kata Camat Sosa Asnan Lubis, Minggu (25/8/2019) dilansir dari  detik.com.

Para korban segera mendapat pertolongan pertama, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan di Barumun. Namun akhirnya dua santri meninggal dunia, sedangkan empat lainnya mendapat perawatan intensif.

Dua korban tewas masing-masing Riskiyah Lubis (13) dan Ika Pertiwi (13). Sedangkan empat korban yang menderita luka masing-masing Diah Permata Lubis (13), Hotma Ida Hasibuan (13), Sadiana Lubis (16), dan Hotmadina Lubis (13).

Editor : Jandri | Sumber: detik.com



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved