Kamis, 21 November 2019
BPBJ Meranti Gelar Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa Bagi Pemdes | Pegawai KPK yang Undang Ustadz Abdul Somad Akan Diperiksa | Buka Sosialisasi Natuna Sebagai Geopark Nasional, Wabub Ngesti Ajak Manfaatkan Potensi Daerah | DPPPA Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak | Melalui FGD, Polres Rohul Ajak Warga Berperan Antisipasi Paham Radikalisme | PD Pontren Kemenag Pekanbaru Fokus Bina Ponpes
 
Religi
Dilarang Puasa Tarwiyah Hari Jumat, Benarkah?

Religi - - Rabu, 04/09/2019 - 19:49:32 WIB

SULUHRIAU- Bagaimana jika puasa Tarwiyah bertepatan dengan hari Jumat? Apakah masih tetap dimakruhkan?

Dalam Islam, berpuasa di hari Jumat saja hukumnya makruh. Tidak boleh mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa tanpa disertai puasa hari sebelumnya atau sesudahnya. Larangan ini berdasarkan hadis Nabi Saw. berikut;

لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali dibarengi dengan puasa pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Al-Bukhari).

Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi Saw. bersabda;

عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهْىَ صَائِمَةٌ فَقَالَ :أَصُمْتِ أَمْسِ؟. قَالَتْ لاَ . قَالَ : تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا ؟ . قَالَتْ لاَ . قَالَ : فَأَفْطِرِى

“Dari Juwairiyah binti Harits RA, bahwa Nabi SAW mendatanginya pada hari Jumat, sedangkan ia (Juwairiyah) dalam keadaan berpuasa. Nabi SAW bertanya, ‘Apakah engkau berpuasa di hari kemarin?” Juwairiyah menjawab, “Tidak”. Nabi SAW bertanya lagi, “Apakah engkau akan berpuasa esok hari?” Juwariyah menjawab, “Tidak”. Lalu Nabi SAW berkata, “Maka berbukalah”. (HR. Al-Bukhari).

Lalu bagaimana jika puasa Tarwiyah bertepatan dengan hari Jumat? Apakah masih tetap dimakruhkan?

Para ulama menyebutkan bahwa larangan mengkhususkan puasa di hari Jumat sifatnya makruh, bukan haram. Kemakruhan ini bisa hilang apabila disertai puasa di hari sebelum dan sesudah hari Jumat, sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.

Namun demikian, jika hendak berpuasa di hari Jumat, sebaiknya didahului puasa di hari sebelumnya atau setelahnya. Nah, ini juga termasuk dengan puasa Tarwiyah ketika dilaksanakan pada hari Jumat, maka juga harus dilakukan puasa hari berikutnya, yaitu puasa Arafah.

Hal ini berdasarkan beberapa hadis dan riwayat dari para sahabat, bahwa cara terbaik melakukan puasa di hari Jumat adalah dengan melakukan puasa di hari Rabu dan Kamis terlebih dahulu. Nabi Saw. bersabda;

مَنْ صَامَ يَوْمَ اْلاَرْبِعَاءِ وَاْلخَمِيْسِ وَاْلجُمْعَةِ ثُمَّ تَصَدَّقَ يَوْمَ اْلجُمْعَةَ بِمَا قَلَّ مِنْ مَالِهِ اَوْ كَثُرَ غُفِرَ لَهُ ذَنْبِ عَمَلِهِ حَتَّى يَصِيْرَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ

“Barangsiapa berpuasa di hari Rabu, Kamis, dan Jumat kemudian bersedekah dengan sebagian hartanya, baik sedikit atau banyak, maka dosa perbuatannya diampuni hingga seperti baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Thabrani, Al-Baihaqi, dan Al-Ashbihani).

Wallahu A’lam.

Sumber: Islami.co
Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved