Minggu, 05 Juli 2020
Pemdes Sialang Bungkuk Serahkan Bantuan BLT DD Tahap II dan III kepada 38 KK | Hotel Sudah Buka tapi Tempat Prostitusi Belum, PSK Nekat Demo | Widih! Pria Ini Jual Tokek Raksasa Seharga Rp 1 Triliun | Peserta Apel Siaga Ganyang Komunis Penuhi Lapangan Ahmad Yani | Jangan Sampai Mubazir, Khasiat Kalung Anti Corona Harus Diuji Sebelum Diproduksi Massal | Kekurangan Gizi Ancam Masyarakat Selama Wabah Covid-19
 
Daerah
Mentawai Diguncang Gempa, Terasa Hingga ke Padang

Daerah - sumber: viva.co.id - Selasa, 22/10/2019 - 10:41:03 WIB

SULUHRIAU- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, gempabumi berkekuatan 5.5 Skala Richter, mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada pujul 06.49 WIB, Selasa (22/10/2019).

Selain Mentawai, lindu tersebut juga dirasakan sebagia warga kota Padang.

Meski demikian, berdasarkan hasil analisis dan permodelan BMKG, gempabumi yang berada di kedalaman 18 kilometer dengan posisi 2.47 Lintang Selatan dan 99.65 Bujur Timur atau tepatnya di 49 kilometer Tenggara Tuapejat, tersebut, tidak berpotensi tsunami.

Hingga kini, belum ada laporan resmi dari BMKG terkait dengan gempabumi ini. Termasuk juga laporan dari otoritas terkait tentang potensi kerusakan yang timbul akibat hentakan lindu itu, dilansir viva.co.id.

Melalui sambungan ponsel, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Akmal menyebutkan, hentakan gempabumi 5.5 SR ini, dirasakan cukup kuat. Namun demikian, aktivitas warga di Tuapejat masih normal.
“Kita rasakan cukup kuat. Namun sebentar. Tidak ada warga yang keluar rumah. Masih aman. Namun demikian, kita tetap monitoring lagi, apakah ada dampak yang timbul. Kita sedang komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Akmal, Selasa 22 Oktober 2019.

Meski kondisi masih aman, namun kata Akmal, diimbau kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Mentawai dan warga Sumatera Barat pada umumnya, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, karena potensi-potensi gempa susulan masih bisa terjadi kapan saja.


“Kita imbau warga untuk tetap waspada. Kita sedang monitoring apakah ada dampak yang timbul. Tadi terasa cukup kuat, namun sebentar,” kata Akmal. [vvc,Jan]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved