Rabu, 11 Desember 2019
Ratusan Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Rohul Ikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan | Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong Mesin Potong Kayu | Apakah Pertanyaan Kubur Diperuntukkan Semua Manusia atau hanya Muslim Saja? | Nadiem: Ujian Nasional Adalah Beban Stress Siswa, Akan Ada Penggantinya di 2021 | Rakor dengan Pimpinan Daerah, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar | Cadar dan Celana Cingkrang Bukan Indikator Radikalisme
 
Internasional
Intip Pasukan Khusus Pembunuh Abu Bakr al-Baghdadi Pemimpin ISIS

Internasional - - Selasa, 29/10/2019 - 20:52:03 WIB

SULUHRIAU- Pentolan kelompok teroris ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, akhirnya resmi dinyatakan tewas oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Ia tewas oleh bom yang menempel di tubuhnya ketika terjadi operasi militer terbatas pada Sabtu, 26 Oktober 2019 di Provinsi Idlib, Suriah.

Abu Bakr al-Baghdadi adalah target bernilai tinggi, sehingga pasukan yang diturunkan adalah Delta Force. Penunjukkan pasukan khusus juga pernah dijalankan ketika memburu pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden, di Abbottabad, Pakistan pada 2011.


Bedanya adalah al-Baghdadi menjadi bidikan Delta Force, sedangkan Osama Bin Laden targetnya SEAL Team Six. Keduanya adalah pasukan khusus AS yang bekerja tanpa terdeteksi.

Keduanya juga merupakan Special Missions Units (SMU) di bawah kontrol Joint Special Operations Command (JSOC), mereka melakukan berbagai misi rahasia di seluruh dunia.

Setiap unit sama-sama dapat melakukan berbagai jenis operasi namun misi utama mereka adalah kontra-terorisme.


Lantas, apa kehebatan kedua unit khusus ini sampai-sampai dijuluki siluman? Berikut ulasannya.

Delta Force adalah pasukan khusus angkatan darat yang dibentuk pada 1977 yang bergerak dalam misi pemberantasan terorisme, pembebasan sandera, atau perburuan buronan nomor wahid AS.

Sebagai satuan elit yang penuh kerahasiaan dan masuk jajaran top secret satuan counter terrorist, bersama Naval Special Warfare Development Group (SEAL Team Six), tidak banyak yang bisa berkomentar tentang para personel Delta Force. Bahkan pemerintahan AS sendiri.

Dari persenjataan dan perangkat tempur lainnya, Delta Force merupakan yang terbaik. Contohnya, sistem tali-temali parasut HAHO (High Altitude High Opening) yang dipakai untuk operasi penerjunan di ketinggian paling ekstrem merupakan tali yang tak lazim.

Delta Force bermarkas besar di Fort Bragg, North Carolina yang disebut ‘The Stockade’, ditempatkan tiga skadron operasional A, B, dan C. Setiap skadron dipecah lagi ke dalam grup-grup yang disebut ‘Troops’.

Delta Force memiliki hampir 1.000 personel, di mana sebanyak 250-300 di antaranya adalah pasukan lapangan, sisanya pasukan pendukung dengan berbagai teknologi dan persenjataan canggih. Tidak mudah untuk menjadi anggota Delta Force.

Para calon anggota haruslah tentara pria yang telah 2,5 tahun bertugas dan berpangkat minimal sersan. Selain itu, mereka harus lulus dalam tes yang membutuhkan kekuatan fisik, mental, dan emosional.

Pasukan khusus Navy SEAL

Nama lainnya adalah Naval Special Warfare Development Group (DEVGRU), atau pasukan khusus angkatan laut pembasmi teroris. Unit khusus ini dikenal sangat mematikan dan merupakan salah satu unit terbaik yang dimiliki AS.

Meski namanya SEAL Team Six, jumlah anggotanya bukan hanya enam orang. Ada sekitar 300 pasukan yang disebut sebagai 'operator' dengan dukungan 1.500 anggota lainnya.

Ketika sedang beraksi, mereka biasanya terbagi dalam 2 kelompok yang masing-masing beranggotakan 30 operator.

Asal tahu saja, unit ini dibentuk antara lain untuk beroperasi di luar batas-batas hukum militer. Meski pada kenyataannya tidak demikian.

Latihan ketat yang dijalani mencakup cara penilaian agar membantu para anggota mengerti apakah ada alasan "yang memang pantas untuk penggunaan kekuatan mematikan”. Ketika diberikan suatu misi, itu adalah penugasan yang harus dilakukan.

Beberapa senjata yang digunakan oleh SEAL Team Six di antaranya adalah HK 416, Pirate Gun, MK46, serta AK-47. Untuk senjata sniper, mereka mempercayakannya pada MK 12 SPR, McMillan TAC-338 serta M82.

Sumber: Viva.co.id
Editor: Jandri


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Pemilu 2014 | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2017 SULUH RIAU , All Rights Reserved