Senin, 13 Juli 2020
Mendikbud Tegaskan Orangtua Berhak Menolak Anak Sekolah Tatap Muka | Berkarya Kubu Muchdi Pr Minta Soeharto Dijadikan Pahlawan Nasional | Ogah Serahkan ke Kebun Binatang, Eks Tentara Kabur Bawa Puma ke Hutan | Terkendala Biaya, Warga Miskin Penderita Tumor Asal Rohul Belum Dapat Dirujuk ke Pekanbaru | Pilkada 2020: Golkar Umumkan 4 Jagoannya di Pilkada Riau | Navila Roslidah Bagikan Tips Meraih Beasiswa Ke Luar Negeri, Simak Berikut Ini
 
Kesehatan
2 Sungai Besar di Riau Jadi Prioritas Penanganan Pencemaran dari P3KLL Kemen-LHK

Kesehatan - - Rabu, 20/11/2019 - 08:40:12 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Riau merupakan daerah yang rawan pencemaran lingkungan baik pencemaran sungai maupun udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun tanpa karhutla, dan ini juga berdampak pada tingkat pencemaran sungai di Riau yang dinilai cukup tinggi.

Mengantisipasi masalah ini, sehingga pusat penelitian dan pengembangan kualitas dan laboratorium lingkungan (P3KLL) Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) memberikan bantuan dalam bentuk laboratorium lingkungan.

Kepala P3KLL KLHK, Herman Hermawan di Pekanbaru mengakui tingkat pencemaran lingkungan di riau cukup tinggi, maka KLHK memberikan inovasi kepada riau satu mobil laboratorium keliling yang nantinya bisa menjadi tempat mengukur tingkat pencemaran lingkungan di Riau.

Jika menerima laporan dari masyarakat yang menduga sungai di kawasan pemukimannya terindikasi pencemaran, maka bisa langsung diverifikasi dengan laboratorium tersebut untuk ditindak lanjuti.

Keberadaan mobil laboratorium keliling merupakan tahap awal dalam mengatasi persoalan pencemaran lingkungan, sebab masih ada tahapan selanjutnya, salah satunya penegakan hukum.

Herman Hermawan menambahkan,  saat sungai terindikasi pencemaran lingkungan limbah perusahaan, maka pihaknya akan mensertifikasi dan menyerahkan hasil tersebut kepada dirjen penegakan hukum klhk sebagai bahan di pengadilan.

Dari empat sungai besar yang ada di Riau, hanya dua sungai yang menjadi prioritas yakni Sungai Siak dan Sungai Kuantan, namun tidak mengabaikan pencemaran sungai Rokan dan Sungai Indragiri. (slt)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved