Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Daerah
Tim Operasi Aman Seligi II Bubarkan dan Amankan 71 Pengunjung Diskotik di Kota Batam

Daerah - - Selasa, 07/04/2020 - 10:13:59 WIB

SULUHRIAU,Batam- Himbauan Pemerintah Daerah dan Polda Kepri tentang pencegahan penyebaran Covid-19, tidak ditaati oleh masyarakat di Provinsi Kepri, termasuk pengelola tempat hiburan malam di salah satu tempat di Kota Batam.

Menindaklanjuti hal tersebut Tim Satgas Penegakan hukum Ops Aman Nusa II Seligi 2020 yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Kepri dan Sat Brimob Polda Kepri melakukan penindakan pada Senin (6/4/20) malam di Kota Batam.

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Hanny Hidayat, S.IK, MH mengatakan, penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan pada tersebut dikarenakan orang yang berkumpul tidak mematuhi anjuran Pemerintah dan Maklumat Kapolri tentang pencegahan Covid-19 ini.

"Tim mengamankan 71 orang yang terdiri dari 35 laki-laki dan 36 Perempuan dan selanjutnya dibawa ke Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut" jelasnya.

Lokasi pemeriksaan pada malam itu  merupakan tempat hiburan malam yaitu Diskotek Planet VIP Room lantai 4, Hotel Planet Holiday, Kota Batam.
"Ke 71 orang yang diamankan di Polresta Barelang menjalani pemeriksaan Urine dan dari hasil tes urine terhadap 44 orang yang dilakukan pemeriksaan terdapat 32 orang dengan hasil positif Amphetamine, ekstasi dan 12 orang negative, sisa 27 orang masih menunuggu hasil tes urine yabg du lakukan oleh Tim Operasi Polda kepri," jelasnya.

Untuk selanjutnya yang positif Amphetamine akan diserahkan ke BNNP Kepri untuk menjalani rehabilitasi, dan kepada manajemen Diskotik akan diterapkan pasal 14 Undang-undang No 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit Menular dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan paling singkat 6 (enam) bulan penjara dan/atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000.

Dalam operasi Senin malam tersebut diterjunkan sebanyak 20 Personel Ditreskrimsus Polda Kepri dan 20 Personel Satbrimob Polda Kepri, hadir dalam kegiatan tersebut Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Hanny Hidayat, S.IK., MH dan Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol M. Rendra Salipu, S.IK., M.Si.

"Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri," katanya.

Kombes Pol Herry Goldenhardt.S.IK,M.SI mengimbau agar menerapkan Physical Distancing dengan cara tetap menjaga jarak dengan yang lainnya minimal satu setengah meter. (Jaka Syafriadi)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved