Selasa, 14 Juli 2020
Cegah Covid 19, Mahasiswa UNRI Berikan TTG di Koramil 02 Rambah | Anggota DPD RI Instiawati Ayus Kebut Penyusunan RKU-RKT Perhutanan Sosial Riau | Honda CR-V Facelift Makin Dekat dengan Penggemar di Indonesia | Dramatis! MU Vs Southampton Tuntas 2-2 | Seorang Pegawai Meninggal Dunia karena Covid-19, Kantor LAN "Lokcdown" | Anak Cristiano Ronaldo Diperiksa Polisi, Ada Apa?
 
Daerah
Tagihan Listrik Membengkak, Ini Jawaban PLN

Daerah - - Jumat, 05/06/2020 - 21:41:05 WIB

SULUHRIAU, Pelalawan- Naiknya tagihan listrik sedang viral dikeluhkan banyak konsumen. Termasuk konsumen di ibu kota Kabupatenn Pelalawan Pangkalan Kerinci.

Warga melepaskan keluh kesahnya kepada perusahaan plat merah ini ke media sosial. Ada pula yang mendatangi langsung Kantor PLN Unit Layanan Rayon (ULP) Pangkalan Kerinci di Jalan Akasia.

Menurut Manajer PLN ULP Rayon Pangkalan Kerinci Ibnu Hajar Jumat (5/6/2020) menanggapi komplain atas terjadinya lonjakan tagihan listrik yang biasa berkisar Rp500 ribuan perbulan naik lebih dari Rp 700 ribu.

Ibnu Hajar memberikan penjelasannya terkait kenaikan tagihan itu. Membengkaknya tagihan bukan karena adanya kenaikan tarif dasar listrik juga tidak adanya kenaikan pajak dan beban lainnya.

Manajer PLN Pangkalan Kerinci ini memberikan simulasi pemakaian pelanggan. ‘’Pemakaian rekening bulan Mei 2020 menggunakan metode estimasi rata-rata pemakaian tiap bulan karena petugas catat meter tidak kelapangan akibat COVID-19,’’ bebernya.

Lalu sambungnya, rekening bulan Juni 2020 mengalami pemakaian tinggi karena petugas sudah kembali catat meter ke lapangan. ‘’Stan sudah real dilapangan,’’ papar Ibnu Hajar.

‘’Selama pandemi Virus Korona kan banyak di rumah, tentu pemakaian listrik juga banyak.Tagihan saya juga malah banyak,’’ imbuh petugas fronlin Kantor PLN Rayon Pangkalan Kerinci menguatkan penjelasan pimpinannya terkait kenaikan tersebut.

Namun demikian Ibnu Hajar yang berkomitmen tetap menjaga kepuasan pelanggan juga menawarkan solusi bagi kosnumen khususnya paska bayar.

‘’Solusi dari PLN untuk pelanggan yang mengalami kenaikan di rekening bulan Juni maka akan dikoreksi pada tanggal 6 Juni 2020 sesuai dengan rata-rata pemakain bulanan dan sisa pemakaiannya akan dicicil ke rekening bulanan berikutnya,’’ katanya memberikan solusi agar masyarakat tidak terlalu merasa terbeban.

Terpisah Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan H Abdullah SPd yang sempat menemui pimpinan PLN Pangkalan Kerinci membeberkan asumsi PLN selama wabah Covid-19 pemakaian listrik memang tinggi. Sebab semua di rumah. Termasuk pada bulan puasa permainan listrik lebih tinggi.

‘’Tetapi selama Covid-19, tidak ada pencatatan meteran, sehingga di bulan Juni,  dirata-ratakan pemakaian Maret dan April, diasumsikan belum cukup bayar, dibebankan ke sekarang,’’ jelasnya.

Kata politisi PKS ini, meskipun PLN memberikan skema pencicilan bayaran 3 bulan kedepan,  tapi tetap ditolak. ‘’Tapi kita juga menolak,’’ ujarnya.

Ditambahkan Abdullah, hari ini 60 orang sudah melapor ke PLN Pangkalan Kerinci. ‘’Bagi yang selisihnya tidak mencolok, saran saya tetap dibayar karena selama stay at home dan Ramadhan, beban listrik naik. Tapi bagi yang mencolok hingga 3 kali lipat, jangan dibayar, laporkan ke PLN dan berikan juga data nya ke kami. Kita cari klarifikasi dan solusi sebelum tanggal 20 Juni, tagihan bulan berikutnya,’’ kata Abdullah.

‘’Namun Prabayar (Token,red) sejauh ini tidak ada masalah,’’ pungkasnya. (rpz)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved