Kamis, 15 April 2021
Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka | Gubri Ancam Satpol PP Akan Ganti Petugas Keamanan Kantor Gubernur dengan Satpam
 
Sosial Budaya
Pesta Pernikahan Digelar di Meranti dengan Protokol Covid-19, Makanan Dibungkus Dibawa Pulang

Sosial Budaya - - Kamis, 11/06/2020 - 14:41:52 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Untuk pertama kali di Kabupaten Meranti digelar pesta perkawinan sejak pandemi Covid-19.

Pesta perkawinan itu adalah pesta pasangan pengantin Muhklis dan Nida warga Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten  Kepulauan Meranti.

Menjadi saksi Ijab kabul pernikahan dari pasangan ini Wakil Bupati Meranti Said Hasyim yang dilaksanakan di Kantor KUA  Desa Alai.

Setelah ijab kabul, mempelai langsung menuju ke kediamannya, tepatnya Jalan Abd Rahman untuk menyelenggaran resepsi (pesta) pernikahan. Prosesi resepsi pernikahan dilakukan tepuk tepung tawar dan bersanding dengan adat Melayu.

Para undagan yang hadir cukup ramai, namun kondisi pesta pernikahan ini tidak seperti pesta semasa Covid-19 belum mewabah.

Pesta sangat kental dengan protokoler  kesehatan Covid-19. Tuan rumah menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan handsanitzer sebelum memasuki tenda tempat pesta dan undangan harus memakai masker.

Protokol kesehatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan, seperti perawat dan tenaga medis lainnya dari Puskesma Alai. Juga melibatkan salah satu Ormas dan penitia resepsi pernikahan.

Para undangan yang akan masuk lokasi pesta dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan therma scanner.

Udangan hanya boleh memberikan ucapan selamat dan doa restu. Undangan tidak menyantap menu di tempat pesta, makanan dibungkus dan dibawa pulang oleh undangan untuk menghindari kerumunan mencegah penyebaran covid-19.

Kepala Desa Alai Jonnedi mengatakan, pesta pernikahan pasangan  tersebut merupakan perdana sejak pandemi Covid-19. "Kita  meminta tuan rumah menyangupi aturan protokoler kesehatan dan mengurus izin keramaian ke kantor Polsek Alai. Ini bahkan ada sanksi jika melanggar protokoler yang sudah ditentukan, " ujar Kades. (rls)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved