Selasa, 07 Juli 2020
Instiawati Ayus: Harus Ada Menteri dari Riau di Kabinet Jokowi! | PLS di SMKN 1 Rambah Rohul Ketat dengan Protokol Kesehatan | Pertemuan LAMR dan Disdik: Muatan Lokal Budaya Melayu Riau Jangan Sekedar Pelepas Tanya | 440 Ribu PNS Kehilangan Jabatan, yang Lain Tunggu Giliran | Kirim Surat ke Jokowi, Adat Baduy Minta Dicoret dari Daftar Wisata Nasional | Direncanakan Oktober atau November 2020, MTQ Kabupaten Bengkalis Tetap Digelar
 
DPRD Pekanbaru
Galeri Fhoto DPRD Pekanbaru
Rapat Paripurna Istimewa DPRD HUT Pekanbaru ke-236 Digelar Sederhana, Namun Tak Kurangi Makna

DPRD Pekanbaru - - Selasa, 23/06/2020 - 20:30:46 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru-DPRD Pekanbaru menggelar rapat paripurna hari Jadi Pekanbaru ke-236 tahun dengan sederhana, Selasa (23/6/2020).

Acara dihadiri Gubernur Riau Syamsuar, Walikota Pekanbaru, Firdaus, MT, unsur Forkopinda, anggota DPRD Riau dapil Pekanbaru, mantan Walikota, mantan Ketua DPRD, LAM dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani didampingi Wakil Ketua, Ginda Burnama, Tengku Azwendi Fajri dan Nofrizal yang dihadiri anggota DPRD Pekanbaru.

Rapat digelar dengan sederhana di ruang paripurna DPRD, karena dalam masa pandemi covid-19. Undnagan dibatasi sekitar 50 perses dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun, kesederhanaan ini tidak mengurangi makna dari peringatan hari jadi, yang diharapkan Pekanbaru menunjukkan jati diri sebagai pusat perdaban.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani menyebutkan, keberhasilan
pembangunan kota, tidak lepas dari  sinergitas dari setiap lembaga, yang
telah berusaha keras untuk membuat Kota Pekanbaru menjadi seperti
sekarang ini.


Gubri Syamsuar, Walikota Firdaus dan Pimpinan DPRD menyanyikan Lagu Kebangsaan.

"Tentu tidak luput dari kerja keras seluruh lapisan masyarakat kerjasmaa yang baik eksekutif, legislatif yudikatif yang secara bersama-sama dan bergandeng tangan dalam mencapai visi kota pekanbaru," kata Hamdani.


.
Suasan hikmad anggota DPRD Pekanbaru saat paripurna hari jadi Pekanbaru ke-236.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (perda) Pekanbaru Nomor 1 Tahun 2011 yaitu sebagai pusat perdagangan dan jasa pendidikan serta pusat kebudayaan melayu menuju masyarakat yang sejahtera berlandaskan iman dan taqwa.

Sementara itu, dalam pidatonya, Gubri Syamsuar menyampaikan, sejak berdiri Pekambaru 23 Juni 1724, hingga saat ini tumbuh pesat industri jasa dan perdagangan dan investasi.

Bahkan saat ini menjadi pusat Bagian Timur Pulau Sumatera. Ini didukung jalur perdagangan international Selat Melaka sehingga pertumbuhan ekonomi begitu baik.


Pimpinan DPRD Pekanbaru, Gubri, Wako dan Wawako mengikuti dengan hikmad.

Kota Pekanbaru katanya semakin maju seiring berkembangnya populasi penduduk saat ini. "Kini Pekanbaru mencatatkan lajunya investasi dan menjadi peringkat pertama tujuan investasi di Pulau sumatera. Dan dalam waktu dekat ini juga akan didukunga tol Pekanbaru-sumbar dan tol Pekanbaru-Jambi," katanya.

Dengan semboyan Pekanbaru Smart City Madani membuat pelayanan semakin mudah seiring berkembangnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Syamsuar juga memuji Pemko Pekanbaru yang berhasil menangani wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Pekanbaru dengan menerapkan berbagai inovasi dan juga strategi.



"Bersempena hari jadi Kota Pekanbaru ke-236, kita tingkat kewaspadaan terhadap wabah Covid-19 dengan tatanan hidup baru dalam pemulihan ekonomi menuju Smart City Madani," jelasnya.

Di samping itu, Walikota Pekanbaru Firdaus menuturkan dalam memajukan Kota Pekanbaru. Dirinya berharap sinergi antara ulama, umaro dan umat berjalan dengan baik sehingga menimbulkan program pemerintah dalam rangka mensejahterakan rakyat bisa terwujud.

Kita tidak bisa menjadi superman hari ini dalam usaha perorangan maupun dalam konteks membangun negeri, maka dari itu kita akan mendapatkan hasil dari apa yang kita cita citakan secara sukses bilamana mampu membangun tim yang kuat.


Walikota mendampingi Gubri menyapa saat akan dimulai paripurna.

"Maka umara, ulama dan umat itu adalah tim yang padu, kalau orang tua Melayu menyebutkan tiga tungku sejarangan. Tungku tradisional ada tiga, kalau patah satu tidak bisa kita memasang. Dari itu umara, ulama dan umat harus bersinergi," jelasnya.

Untuk di daerah sendiri terdapat eksekutif dan juga legislatif, dalam arti ini adalah satu badan dua kepala. Tentunya umara harus kompak dan mampu bekerjasama dengan ulama, dan umara harus mampu mengajak masyarakat untuk terlibat dalam membangun, berpartisipasi dan gotong royong.


Walikota Pekanbaru Firdaus, MT saat menyapa PNS sekretariat DPRD dan undangan.

"
Inilah resep suksesnya pembangunan, maka kata orang bijak yang saya kutip pemimpin akur, rakyat makmur," pungkasnya. [Gal, Adv/Chr]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved