Selasa, 07 Juli 2020
Pertemuan LAMR dan Disdik: Muatan Lokal Budaya Melayu Riau Jangan Sekedar Pelepas Tanya | 440 Ribu PNS Kehilangan Jabatan, yang Lain Tunggu Giliran | Kirim Surat ke Jokowi, Adat Baduy Minta Dicoret dari Daftar Wisata Nasional | Direncanakan Oktober atau November 2020, MTQ Kabupaten Bengkalis Tetap Digelar | Pemerintah Akui Angka Kematian Corona di Indonesia di Atas Rata-Rata Dunia | Warga Teluk Sasah Meninggal Usai Tenggelam di Kolam Renang Resort Bintan Sayang
 
Tanjung Pinang-Kepri
PPTK Publikasi Kominfo TPI Tegaskan Perlu Saling Toleransi dan Bangun Hubungan Baik

Tanjung Pinang-Kepri - - Jumat, 26/06/2020 - 20:31:27 WIB

SULUHRIAU, Tanjungpinang- PPTK Bagian Publikasi Kominfo Kota Tanjungpinang (TPI) Febrianti Anugrah menegaskan agar antara sesama media atau wartawan dan pihak  Pemko Tanjung Pinang melalui Kominfo saling menjaga hubungan baik dan toleransi.

Hal itu disampaikannya sehubungan akhir-akhir ini pihaknya merasa banyak disorot dan merasa dipojokkan.

Bahkan katanya, ada diantaranya yang membangun opini bahwa ia selaku PPTK kerjasama media mengkotak-kotakan media atau wartawan. "Ini opini dan tudingan tidak benar," katanya kepada suluhriau.com Jumat (26/6/2020) melalui WhatsAppnya.

Febi sapaan Febrianti Anugrah yang juga menjabat Kasi Kemitraan Komunikasi dan Pengelolaan Media di Diskominfo Kota Tanjungpinang ini menambahkan, tidak ada niat sama sekali mengkotak-kotakkan media atau teman-teman wartawan.

Selaku pejabat membidangi kerjasama media untuk membantu publikasi Pemko Tanjung Pinang tidak sama sekali ada diskriminasi dan pilih kasih.

Namun katanya, tentu saja kegiatan dilaksanakan sesuai kebijakan dan aturan yang ada. Apalagi saat ini anggaran publikasi media minim karena kondisi keuagan daerah,  tambah lagi dalam masa pandemi covid-19 yang belum berakhir.

Ia mengaku mengambil kebijakan tegas, agar tidak terjadi 'monopoli'  media tertentu dalam kerjasama di Kominfo Tanjung Pinang. Karena fenomena itu dinilainya sudah ada.

Dimana katanya ada oknum wartawan yang memegang lebih dari satu media untuk mendapat kerjasama di kominfo, dan bahkan ada juga yang sudah cair tahap pertama  lalu mengusulkan lagi untuk pencairan berikutnya, sementara ada media yang belum pencairan sama sekali.

"Menghindari ini kita ambil kebijakan. Kasihankan, kawan-kawan lain. Mereka itu juga butuh. Lalu, kalau karena ketegasan yang saya ambil ini kemudian diopinikan macam-macam, jelas saya tak terima," katanya.

Ia mengaku juga berusaha membangun hubungan baik dengan semua media dan insan pers.

Dalam pencairan pun prosesnya tidak ada sedikitpun dipersulit, jika syarat lengkap dan sesuai prosedur, dana kerjasama dicairkan.

 "Untuk itu saya berharap ada hubungan harmonis dan toleransi antara sesama media dan pihak Pemko Tanjung Pinang melalui kominfo," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang wartawan bertugas peliputan di Pemko Tanjung Pinang Muhammad Zein juga menyayangkan kawan-kawan kalau ada yang memegang lebih dari satu media per orang untuk kerjasama dengan kominfo Tanjung Pinang.

Ia mengaku sependapat dengan kebijakan diambil Kasi Kemitraan Komunikasi dan Pengelolaan Media di Diskominfo Kota Tanjungpinang, Febri Anugrah.

Sebab, banyak kawan-kawan yang belum dapat pencairan kerjasama. "Kita ingin kalau dananya sedikit, maka dapatlah sama sedikit menikmatinya, "katanya.

M Zein juga berharap Diskominfo membagi seadilnya 'kue' kerjasama media di Pemko Tanjug Pinang, kalau tidak itulah yang akan menjadi pemicu keributan. " Kalau sudah ribut bagaimana bisa kerja,  jadinya serba salahkan," tutupnya. (jks)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved