Jum'at, 07 08 2020
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Dorong SMSI Berperan Cerdaskan Bangsa | Dihadiri Plt Wako Tanjungpinang, Jagung Lahan Makodim 0315 Sudah Panen | Ratusan Warga Hadang Eksekusi Lahan Sengketa dengan PT. Wanasari | SKK Migas Sumbagut, Medco E&P Natuna Ltd & Premier Oil Natuna Sea BV- Pemkab Natuna Gelal Webinar | Presiden Gelar Lomba Video HUT ke-75 RI Berhadiah Rp1 Miliar | Ditemukan Petugas Kebersihan Dalam Parit, Semula Dikira Emas Ternyata 23 Butir Peluru
 
Daerah
2 Karyawan Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19, TVRI Jatim Ditutup

Daerah - - Senin, 13/07/2020 - 20:43:46 WIB

SULUHRIAU- Virus corona (Covid-19) juga bisa menular terhadap karyawan perkantoran. Buktinya dua karyawan TVRI Jawa Timur (Jatim) dinyatakan positif terinfeksi dan kini sudah meninggal dunia.

Buntut dari 2 karyawan meninggal diduga karena Covid-19. Kantor TVRI Jatim pun mulai hari ini hingga tanggal 27 Juli mendatang atau 15 hari ke depan melakukan penutupan (lockdown).

Dalam rentang waktu tersebut, TVRI Jatim akan me-relay tayangan dari TVRI Pusat atau siaran nasional. “Mulai hari ini hingga tanggal 27 Juli kita tidak melakukan penyiaran apapun. Kita hanya me-relay siaran nasional,” ujar Kepala TVRI Jatim Akbar Sahidi pada Senin (13/7/2020).

“Jadi paling yang bertugas hanya operator pemancar. Paling dua orang yang ada di kantor. Itu pun hanya mengerjakan tugas administratif. Bagi tamu-tamu yang datang juga tidak akan terlayani,” tambahnya.

Dua orang yang meninggal dunia itu bertugas di dalam kantor. Satu perempuan yang bekerja di bidang administrasi dengan gejala awal demam berdarah. Satu lagi seorang laki-laki di bidang editing dengan gejala awal tifus. Kesamaan dari keduanya adalah mengalami sesak nafas.

Karyawan laki-laki meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2020). Sementara perempuan meninggal pada Minggu (12/7/2020). “Keduanya dimakamkan secara protokol Covid-19 karena sesak nafas, bisa dipastikan mereka Covid-19,” ujar Akbar.

Pada Kamis (9/7/2020) lalu, stasiun televisi plat merah itu menggelar rapid test untuk sekitar 180 orang karyawannya. Dari jumlah itu, enam di antaranya dinyatakan reaktif dan telah menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR). Namun hasilnya belum keluar.

“Namun yang reaktif ini melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab,” tandas Akbar dilansir dari Sindonews.com .

Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved