Kamis, 06 08 2020
Wanita Pasien Covid-19 Ini Lompat dari Lantai 12 RS Royal Prima | Undangan Sudah Disebar dan 2 Hari lagi Menikah, Calon Manten Pria Ditemukan Gantung Diri | Politikus Garis Keras Denmark Umumkan Rencana Bakar Kitab Suci Alquran di Swedia | Di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Tinjau PBM Tatap Muka SMP Sederajat Diberlakukan di Meranti | Bupati Meranti Tinjau Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Cetak Sawah di Kecamatan Rangsang | Warga Keluhkan Jalan Lintas Sontang Duri yang Hingga kini Masih RusakĀ Parah
 
Internasional
Ketika Pemerintah Tumbang Kena Covid-19, Ribuan Warga Bolivia Turun Ke Jalan

Internasional - - Rabu, 15/07/2020 - 08:32:10 WIB

SULUHRIAU- Ribuan warga Bolivia turun ke jalan, tak mengindahkan larangan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial guna menghentikan penyebaran virus corona baru.

Aksi mereka dilakukan di ibukota, La Paz, pada Selasa (14/7/2020). Tujuannya adalah untuk memprotes pemerintahan sementara yang dipimpin Presiden Jeanine Anez.

Melansir AFP, totalnya ada sekitar 4.000 demonstran yang melakukan aksi dari El Alto ke La Paz, meski kedua kota tersebut saat ini sedang dikarantina.

"Orang-orang mengekspresikan kebutuhan mereka, mereka mengekspresikan suara mereka dengan protes," ujar pemimpin serikat buruh Central Obrera Boliviana, Juan Carlos Huarachi.

Protes anti-pemerintah tersebut dipicu oleh banyaknya keluhan mengenai kebijakan kesehatan dan pendidikan, serta munculnya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sejak Maret. "Ada banyak PHK karena kejatuhan ekonomi," ungkap Huarachi.

Dalam protes, para demonstran juga menyerukan agar Menteri Pendidikan Victor Hugh Cardenas mengundurkan diri. Pasalnya, semenjak sekolah ditutup karena pandemik, banyak siswa si pedesaan yang tidak bisa mengikuti sekolah online atau daring.

"Kami meminta internet gratis, karena ada anak-anak yang tidak memiliki ponsel dengan internet dan tidak dapat belajar," seru seorang wanita Aymara asli dari El Alto, Feliciana Quesucala.

Sementara warga marah, pemerintah saat ini diketahui tengah tumbang karena banyaknya pejabat yang terinfeksi Covid-19.

Anez dan lima anggota kabinet serta Presiden Kongres Eva Copa dan pejabat tinggi lainnya, secara beruntun mengidap menyakit sama. Dalam pesan yang disiarkan di televisi, Anez memperingatkan kepada warga bahwa saat ini adalah situasi yang sulit. Meski begitu, ribuan warga menuntut Anez untuk segera mengadakan pemilihan.

"Apa yang kita inginkan? Pemilihan sekarang!" tuntut demonstran merujuk pada pemilihan umum Bolilvia yang direncanakan pada 6 September namun diperkirakan akan ditunda karena pandemik.

Anez sendiri ditunjuk sebagai presiden sementara pada November setelah pemimpin sosialis Evo Morales mengundurkan diri dan meninggalkan Bolivia. Saat ini, Bolivia sendiri sudah mencatatkan hampir 50.000 kasus Covid-19 dengan sekitar 2.000 kematian sebagaimana diberitakan AFP yang dilansir dari rmol.id [***]

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved