Selasa, 29 09 2020
Aturan Baru Sistem Kerja ASN: Instansi Pemerintah di Zona Merah, Kerja di Kantor Maksimal 25% | Nikita Mirzani Blak-blakan, Pernah Begituan dengan 2 Pria Berbeda dalam Sehari | Pelalawan Disebut, Bawaslu Ungkap Kampanye di 10 Daerah Ini Masih Langgar Protokol Covid-19 | BPS: Masyarakat Berpendidikan Rendah 'Pede' Tak Akan Tertular Covid-19 | Terbit Perpres 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK, Alhamdulillah | Ditemukan Sekarat, Wanita Ini Tewas Tak Lama Setelah Diperiksa Petugas Puskesmas
 
Religi
Sambut 1 Muharram 1442 H, Ini Sejarah Tahun Baru Islam yang Perlu Diketahui

Religi - - Sabtu, 15/08/2020 - 09:53:13 WIB

SULUHRIAU- Setiap tahun, umat muslim merayakan pergantian tahun baru Islam yang dikenal sebagai kalender Hijriah.

Bulan awal itu disebut Muharram. Untuk tahun ini, pergantian tahun baru Islam 1442 Hijriah atau 1 Muharrm jatuh pada Kamis (20/8/2020).

Kalender Hijriah, yang digunakan dalam penanggalan Islam, merupakan satu dari empat sistem yang banyak diaplikasikan di dunia. Sejarah tahun baru Islam  (kini memasuki 1442 Hijriah) dan sebelumnya tidak lepas dari peran Khalifah Umar bin Khattab.

"Khalifah Umar adalah yang membuat sistem penanggalan Hijriah dengan 12 bulan. Sistem kalender hijriah ditentukan lewat siklus bulan, dengan bulan sabit dan purnama menandai awal serta akhir bulan. Penanggalan hijrian menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan Idul Fitri dan Idul Adha," tulis Haneen Kanaan dalam tulisan berjudul Bagaimana dan Kenapa Kalender Hijriah Dimulai?

Tulisan seputar sejarah tahun baru Islam (yang sebentar lagi sudah 1442 Hijriah-red) tersebut diupload di situs Al Ain University.

Penanggalan Hijriah merujuk pada peristiwa migrasi atau hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah pada 622 Masehi.

Hijrah adalah peristiwa penting dalam perkembangan Islam, karena dengan kepindahan inilah Rasulullah SAW bisa membentuk masyarakat muslim.

Sebelum menggunakan kalender Hijriah, muslim merujuk pada peristiwa penting untuk menandai momen bersejarah. Contoh Am al-Fil yaitu tahun saat Nabi Muhammad SAW lahir.

Namun 17 tahun setelah hijrah atau 3-4 tahun saat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, sebuah komplain terkait penanggalan muncul. Komplain diberikan petugas pemerintahan di Basrah (Irak), Abu Musa Al-Ash'ari, seputar minimnya konsistensi penanggalan pada surat yang diterima.

Abu Musa Al-Ash'ari meminta Khalifah Umar membangun sistem untuk menyelesaikan masalah penanggalan. Khalifah Umar kemudian mendiskusikan permintaan ini dengan anggota pemerintahan yang lain.

Beberapa menyarankan kelahiran Rasulullah SAW untuk menandai awal kalender, sebagian kematian Nabi Muhammad SAW, namun kebanyakan memberi saran saat terjadi hijrah.

Khalifah Umar kemudian bertanya pada Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, yang setuju menggunakan hijrah sebagai momen awal Kalender Islam. Dengan penetapan tersebut maka 622 Masehi menjadi tahun pertama pada Kalender Hijriah.

Sejarah tahun baru Islam 1442 Hijriah, sama seperti tahun sebelumnya, diawali bulan Muharram dan diakhiri Dzulhijjah. Tiap bulan dimulai dengan siklus bulan baru, dengan jumlah hari bergantung pada lamanya bulan mengelilingi bumi. Biasanya satu bulan memiliki 29-30 hari kecuali Dzulhijjah.

Jumlah hari dalam bulan Dzulhijjah berdasarkan variasi siklus 30 tahun pergerakan bulan mengorbit bumi sebagai satelit alami. Kalender Hijriah terus berfluktuasi bergantung siklus bulan mengelilingi bumi.

Terkait total 12 bulan dalam sistem penanggalan Islam tercantum dalam Al Quran surat At Taubah ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Arab latin: "Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn."

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (*)

* Dikutip dari beberapa sumber/khr.


 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved