Selasa, 29 09 2020
Aturan Baru Sistem Kerja ASN: Instansi Pemerintah di Zona Merah, Kerja di Kantor Maksimal 25% | Nikita Mirzani Blak-blakan, Pernah Begituan dengan 2 Pria Berbeda dalam Sehari | Pelalawan Disebut, Bawaslu Ungkap Kampanye di 10 Daerah Ini Masih Langgar Protokol Covid-19 | BPS: Masyarakat Berpendidikan Rendah 'Pede' Tak Akan Tertular Covid-19 | Terbit Perpres 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK, Alhamdulillah | Ditemukan Sekarat, Wanita Ini Tewas Tak Lama Setelah Diperiksa Petugas Puskesmas
 
Nasional
Setelah KAMI Muncul KITA
Menerka perbedaan KAMI dan KITA, Pengamat Sebut Begini

Nasional - - Jumat, 21/08/2020 - 22:53:37 WIB

SULUHRIAU- Deklarasi KAMI secara langsung menumbuhkan pesaing bernama KITA yang menjadi gerakan moral berisi tokoh yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Perbedaan KAMI dan KITA bahkan memiliki nilai landasan pembentukan yang berbeda satu sama lainnya, meski keduanya didukung banyak tokoh.

Persaingan dua gerakan antara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) dinilai salah satu pengamat memiliki perbedaan yang cukup mencolok, secara tegas perbedaan KAMI dan KITA sangat jelas.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf seperti dikutip Rmol, perbedaan yang paling mencolok yakni KITA terbentuk bukan dari sense of crisis yang dimiliki KAMI dan menjadi dasar terbentuknya koalisi tersebut.

Gde menyebut sense of crisis disini merupakan kepekaan dalam menangani ancaman krisis akibat virus corona baru (covid-19) yang terjadi di Indonesia. Dimana beberapa fakta yang diungkapkan beberapa tokoh KAMI merupakan bagian dari permasalahan yang diungkapkan tokoh KAMI.

“Respon kelompok-kelompok pro rezim menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki sense of crisis atas fakta yang sedang berjalan saat ini, dan tidak peduli tentang masa depan Indonesia,” ujar Gde, Jumat 21 Agustus 2020.

Dengan telak Gde menyebut KITA tidak dibangun atas dasar sense of critic tersebut, sedangkan KAMI memang dibentuk dan berisi tokoh-tokoh non pendukung pemerintah. Kegelisahan para tokoh KAMI terhadap kondisi bangsa itulah yang akhirnya melahirkan koalisi.

Karenanya menurut Gde tak jarang jika banyak kalangan yang menilai KAMI disebut memiliki rencana pemakzulaan terhadap pemerintahan saat ini khususnya Joko Widodo. Namun diyakinkan Gde, bahwa KAMI disebut tidak memiliki rencana tersebut.

Kegelisahan dan kepedulian banyak tokoh di KAMI yang membuat gerakan tersebut secara keras memberikan kritikan kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi yang tengah menjabat saat ini. Kondisi negara yang cukup berat menjadi landasan kritikan yang muncul dari para tokoh KAMI.

“KAMI jauh dari perbuatan makar, karena ini (gerakan) merupakan respon kegelisahan dan keprihatinan tokoh-tokoh masyarakat atas situasi negara dalam berbagai tatanan ekonomi, politik, hukum, sosial budaya dan lain-lain,” ungkap Gde Siriana.

Dampak dari tajamnya kritikan tersebut, membuat Gde berkesimpulan bahwa gerakan KITA secara tidak langsung telah menjadi kepanjangan tangan pemerintah yang belum bisa membawa harapan besar untuk merubah kondisi krisis yang terjadi saat ini akibat pandemi.

“Mereka masih asyik saja menjadi tangan-tangan rezim dalam melakukan retorika politik, sementara Negara harus diselamtkan segera dan rakyat butuh kondisi ekonomi yang memberi harapan peningkatan kesejahteraan,” ungkap Gde.

Orientasi gerakan KITA

Meski dianggap berseberangan oleh sejumlah pihak, namun Koordinator KITA, Maman Imanulhaq menegaskan kalau mereka bukan berdiri sebagai gerakan tandingan KAMI.

KITA yang lahir dari relawan Jokowi berorientasi untuk koalisi independen yang berupaya menyemai, mengembangkan dan melestarikan Tanah Air Indonesia sebagai bagian dari diri, identitas dan masa depan bersama.

 “KITA bergerak dalam politik kesadaran yang berusaha membangun masyarakat yang terbayang (imagined community) Indonesia yang kreatif dan berkelanjutan” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya mengaku sangat menghargai deklarasi KAMI yang belum lama ini disampaikan di Tugu Proklamasi dengan melibatkan banyak sekali tokoh bangsa. (hops.id)

 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved