Kamis, 26 November 2020
TPAKD Meranti Dikukuhkan, Wagub Harap Percepat Akses Ekonomi Terutama UMKM Berbasis Hilirisasi | 4 Siswa Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru di Prancis | Biadab, Istri Sedang Shalat Tahajut Ditusuk Suami Hingga 13 Kali | Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi Bogor | Dituding Pengamat Bisa Pecah Belah Umat Karena Dukung Calon Pilkada, Ini Klarifikasi UAS | Belum Surut, Banjir di Desa Sontang Rendam Sejumlah Mushalla
 
Sosial Budaya
Habib Rizieq: Kalau Tidak Ada Kewajiban Dakwah, Saya Tak Akan Tinggalkan Makkah

Sosial Budaya - - Selasa, 10/11/2020 - 18:02:07 WIB

SULUHRIAU - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya jadi memberikan sambutan setelah sebelumnya sempat dikabarkan oleh Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis, kelelahan.

Dalam sambutannya di depan para jamaah, Habib Rizieq menceritakan kehidupannya selama di Makkah, Arab Saudi.

Habib Rizieq mengaku, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Makkah. Ia merasa tidak dalam keadaan sulit dan kekurangan selama di Mekkah. Hanya saja, kata Habib Rizieq, ia punya kewajiban untuk berdakwah di Indonesia, sehingga mengharuskannya kembali ke tanah air.

"Kalau tidak ada kewajiban dakwah di negeri ini, saya tidak akan tinggalkan Makkah. Kita cinta Makkah, Makkah luar biasa, satu negeri yang penuh keberkahan," kata Habib Rizieq di kediamannya, Petamburan, Jakarta, lewat tayangan yang disiarkan secara langsung oleh akun Youtube Front TV, Selasa (10/11/2020).

Sejalan dengan itu, Habib Rizieq juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) luar negeri FPI Arab Saudi, yang telah mengawal mulai dari Mekkah hingga Petamburan. Total, ada 18 orang yang ikut mengawal Habib Rizieq dari Mekkah hingga Petamburan.

"Jumlah semua kami berangkat dari sana ada 18 orang. Alhamdulilah semua dimudahkan," ucapnya.

Habib Rizieq menyatakan, ia beserta keluarga tidak mengalami kesulitan apapun selama tinggal di Mekkah. Meskipun, kata Habib Rizieq, ada pihak lain yang coba membuat dirinya dalam keadaan sulit dan susah.

"Jadi saya malu sekali kalau saya bicara oh saya di Mekkah susah, diasingkan, dijauhkan, enggak. Di Mekkah nikmat. Kita mendapatkan di Mekkah luar biasa," ungkapnya.

Pendiri FPI tersebut membeberkan, selama di Mekkah, ia mendapat banyak kawan. Bahkan, kata Rizieq, ia juga mempunyai banyak jamaah serta bisa membuka pengajian hingga menggelar dakwah di Mekkah, sama halnya seperti di Indonesia.

"Jadi artinya tidak ada yang kurang. Bahkan, sekali lagi saya katakan di Mekkah ini punya kelebihan yang luar biasa, untuk ibadah 100 ribu kali lipat ganjarannya," terang Habib Rizieq.

"Dan sebenarnya, kalau ingat 100 ribu kali lipat, kayanya enggak mau pulang yah. 100 ribu kali lipat, begitu sampai Petamburan, 1 kali lagi nilainya," sambung Rizieq diselingi tawa.

Sekadar informasi, Habib Rizieq akhirnya diizinkan pulang ke Indonesia setelah melobi pemerintah Arab Saudi karena permasalahan keimigrasiannya. Ia tercatat meninggalkan Indonesia, dan menetap di Arab Saudi sudah sekira 3,5 tahun.

Habib Rizieq kembali dari Arab Saudi pada 9 November 2020. Ia kemudian tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, pada pagi tadi. Habib Rizieq langsung menyapa para pendukungnya mulai dari keluar bandara Soetta hingga Petamburan. (okz,src)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved