Kamis, 26 November 2020
TPAKD Meranti Dikukuhkan, Wagub Harap Percepat Akses Ekonomi Terutama UMKM Berbasis Hilirisasi | 4 Siswa Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru di Prancis | Biadab, Istri Sedang Shalat Tahajut Ditusuk Suami Hingga 13 Kali | Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi Bogor | Dituding Pengamat Bisa Pecah Belah Umat Karena Dukung Calon Pilkada, Ini Klarifikasi UAS | Belum Surut, Banjir di Desa Sontang Rendam Sejumlah Mushalla
 
Internasional
Demo Penangkapan Capres Opisisi Berujung Ricuh, Polisi Tembak Mati Pengunjuk Rasa

Internasional - - Kamis, 19/11/2020 - 11:13:46 WIB

SULUHRIAU, Luuka- Bentrokan antara polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa pecah di sejumlah kota di Uganda pascapenangkapan calon presiden Bobi Wine.

 Setidaknya tiga orang demonstran tewas serta puluhan lainnya luka-luka. "34 orang juga terluka di ibu kota Kampala ketika polisi menggunakan gas air mata dan senjata mematikan lainnya terhadap pengunjuk rasa," kata juru bicara polisi Fred Enanga, seperti dilansir AFP, Kamis (19/11/2020).

Palang Merah Uganda mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka merawat lebih dari 30 orang di kota Kampala menyusul bentrokan yang melibatkan polisi dan massa yang melakukan kerusuhan, termasuk 11 orang karena luka tembak.

Komandan Polisi Kampala, Moses Kafeero, mengatakan aksi demonstrasi terbaru merupakan buntut penangkapan capres Uganda, Bobi Wine, pada Rabu (18/11/2020). Bobi ditangkap karena melanggar protokol kesehatan dalam kampanyenya.

Bobi--yang pernah menjadi bintang pop sebelum duduk di parlemen--merupakan lawan politik utama Presiden Yoweri Museveni dalam Pilpres Uganda 2021.

"Bobi Wine terus menerus melanggar pedoman pemilu tentang Covid-19, mengadakan rapat umum, prosesi, dan menjamu lebih dari 200 orang yang direkomendasi per tempat kampanye," kata Kafeero.

"Sebagai penegak hukum, kami tidak bisa berdiri dan menonton saat para politisi mempertaruhkan nyawa warga Uganda dengan mendorong prosesi dan demonstrasi besar-besaran, yang memicu transimisi Covid-19," lanjutnya.

Polisi juga menangkap capres oposisi lainnya, Patrick Oboi Amuriat, karena diduga mengorganisir unjuk rasa tidak sah di kota Gulu di utara Uganda.

Kepala Polisi Uganda, Martin Okoth Ochola, telah memperingatkan pada demonstran bahwa petugas telah diizinkan melakukan pendekatan represif untuk menjaga integritas pemilu.

Sumber: Inews.id, afp
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved