Minggu, 17 Januari 2021
Polda Riau Ambil Alih Penanganan Kasus Tewasnya Pengusaha Batam Ditembak di Inhil | Tim Gabungan Polda Kepri Ungkap Kasus Pebunuhan Wanita di Kos | Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Wafat, Gemuruh Zikir Sambut Kedatangan Jenazah | Penetapan Belajar Tatap Muka Terbatas SMA/SMK di Riau Belum Diputuskan | Polda Riau Periksa 20 Saksi, Kasus Penumpukan Sampah di Pekanbaru Naik ke Penyidikan | Pertahankan Ekosistem Cegah Abrasi, Sekda Meranti Tanam Bibit Mangrove di Pesisir Insit
 
Daerah
Sekda Buka Konsultasi KLHS RPJMD Kabupaten Meranti 2021-2026, Himpun Masukan Masyarakat

Daerah - - Senin, 23/11/2020 - 18:02:39 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr. Kamsol MM, membuka sekaligus mengikuti kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kepulauan Meranti 2021-2026, Senin (23/11/2020).

Kegiatan dalam rangka menghimpun semua isu strategis dari para pemangku kepentingan untuk penyusunan RPJMd Meranti kedepan itu dipusatkan di Aula Biru Kantor Bupati Meranti.

Seperti dijelaskan Kepala Bappeda Meranti Riski Hidayat, kegiatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah untuk menganalisis secara sistematis, menyeluruh dan partisipastif yang bertujuan menjamin bahwa prinsip prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam proses pembangunan daerah dan penyusunan kebijakan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Meranti Tahun 2021-2026.

Dalam kegiatan ini dikatakan Sekda Meranti, Pemkab. Meranti melakukan konsultasikan dengan semua pemangku kepentingan untuk penajaman, penyamaan persepsi, dalam rangka menghasilkan rumusan isu strategis di Kepulauan Meranti sehingga rencana pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tidak meninggalkan aspek lingkungan hidup.

KLHS ini nantinya akan memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Indikator Pembangunan Meranti dalam 5 Tahun kedepan yang lebih fokus dan menyentuh kepentingan masyarakat.

Sejauh in diakui Sekda, pelaksanaan RPJMD Meranti sebelumnya telah berhasil menekan angka kemiskinan Meranti, dari 43 persen saat Meranti terbentuk menjadi 27 persen saat ini. Keberhasil itu ditunjang oleh program pembangunan Meranti yang tepat sasaran dan menyentuh pada kepentingan masyatakat dimana program pembangunan Meranti difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan dan aksesbilitas.

"Dan Pemkab. Meranti sangat menyadari angka kemiskinan sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kesehatan dan aksesbilitas dan kondisi daerah. Artinya dengan baiknya ketiga faktor ini akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," jelas Sekda Meranti.

Dan melalui KLHS saat ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi pembangunan yang jitu agar Pemerintah Daerah yang didukung oleh instansi terkait dan masyarakat berhasil mewujudkan cita-cita pembangunan yang diinginkan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab. Meranti juga menghimpun masukan dari akademis khususnya dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup Universitas Riau Yang dipaparkan oleh Dr. Suwondo.

Dalam pemaparannya Dr. Suwondo sangat mengapresiasi keberhasilan Pemkab. Meranti dalam menjalankan program pembangunannya yang dinilai Pro Rakyat. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Pemkab. Meranti menekan angka kemiskinan yang sebelumnya sangat tinggi melalui pelaksanaan program pembangunan yang strategis dan tepat sasaran dengan terlalu berhantung dengan DBH Migas.

"Kita melihat angka kemiskinan Meranti masih cukup tinggi tapi pertumbuhan ekonomi sangat positif berbeda dari daerah lainnya seperti Bengkalis dan Siak yang kaya namun memiliki ketergantungan yang besar terhadap DBH Migas, artinya konsep pembangunan yang dijalankan oleh Pemkab. Meranti dinilai sudah menyentuh kepentingan masyarakat yang secara otomatis ikut mendorong pertumbuhan ekonominya," ujar Suwondo.

Selain menilai program oembanguna Meranri yang dijalankan saat ini sudah tepat sasaran dna menyentuh masyarakat, pakar kajian lingkungan Universitas Riau itu juga menyarankan agar Meranti survive ditengah Pandemi Covid-19 ini. Dapat lebih fokus pada pembinaan sektor UKM/UMKm dan Pertanian Perkebunan.

"Hasil dari analisa Sektor UMKM dan Pertanian sangat kebal terhadap pengaruh Pandemi Covid-19 dan strategi ini dapat menjadi pilihan program pembangunan dalam 5 tahun kedepan," ungkapnya lagi.

Dna terakhir Suwondo menyarankan agar program pembangunan daerah dapat dukungan dari Provinsi dan Pusat harus pula disinergikan dengan program Pemerintah Pusat dan Provinsi yang sudah terintegrasi.

Masukan dari pakar lingkungan UR Dr. Suwondo, menurut Sekda Kamsol sudah sejalan dengan program pembangunan yang dijalankan Meranti saat ini seperti terus mendorong potensi Sagu Meranti melalui Sentra Sagu Terpadu yang sudah dibangun, Potensi Perikanan Meranti melalui budidaya Kakap Putih, dan pengembangan Pakan Ternak yang disebut dengan Sagu Parut Kering untuk meningkatkan produksi ternak Meranti yang ekonomis.

Terakhir kegiatan Konsultasi Publik II ditutup dengan penandatanganan Berita Acara KLHS oleh Sekda Meranti Dr. Kamsol, Kepala Bappeda Meranti, Kadis LH Meranti, PT. NSP, Tenaga Ahli Lingkungan Meranti, Ketua Koperasi Centra Sagu Terpadu Meranti, Ketua Kapoktan, serta Kabag Sunda Polres Meranti disaksikan semua perserta yang hadir. (hpm)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved