Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Sosial Budaya
Tim Dokter Kecam Wali Kota Bogor Bima Arya Intervensi Tindakan Medis Rizieq Shihab

Sosial Budaya - - Minggu, 29/11/2020 - 14:38:57 WIB

SULUHRIAU- MER-C, tim medis independen yang menangani kondisi kesehatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengecam tindakan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Pasalnya, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai mengintervensi penanganan medis. Menurut MER-C, hal itu tidak beretika.

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengatakan pihaknya memang mengirim pria yang akrab diasapa Habib Rizieq itu untuk beristirahat di rumah sakit.

“MER-C mengirim beliau (Rizieq Shihab) untuk beristirahat di RS. Namun mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari wali kota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja,” kata Sarbini melalui keterangan resminya pada Ahad, (29/11/2020).

Karena tindakan Bima Arya, kata Sarbini, maka telah mengganggu pasien yang sedang beristirahat untuk memulihkan kondisinya seperti semula.

Selain itu, menurut dia, Bima Arya juga tidak beretika karena mempublikasikan kondisi pasien kepada khalayak.

“Wali kota Bogor tidak beretika karena mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sarbini, Bima Arya perlu mempelajari etika kedokteran. Bahwa tim medis harus menghargai hak pasien untuk menerima atau menolak pemeriksaan dan pengobatan, tanpa intervensi atau tekanan dari publik.

Tak hanya itu, Sarbini menuturkan sebaiknya Bima Arya yang jadi Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Bogor itu mempercayakan penanganan Rizieq Shihab kepada rumah sakit.

Sebab, tim medis yang mengetahui langkah apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam menangani pasien, tak terkecuali Rizieq Shihab.

"Saat ini, semua pemeriksaan tengah berjalan dan pengobatan akan dilakukan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan atau rasakan pasien," tuturnya.

Lebih lanjut, Sarbini mengatakan, pihak keluarga merupakan yang paling berwenang menyampaikan kondisi kesehatan Rizieq Shihab.

Terkait hal tersebut, kata dia, bahkan pihak  rumah sakit ataupun dokter tidak memiliki kewenangan tersebut.

Demikian pernyataan tim medis independen MER-C menindaklanjuti tindakan Bima Arya yang sebelumnya menyatakan bakal mendatangi RS Ummi jika Rizieq menolak melakukan swab test.

Juga tindakan Bima Arya lainnya yang mengungkapkan kondisi medis pemimpin FPI itu kepada publik. Bima Arya melakukan demikian karena sebleumnya mendapat kabar Rizieq Shihab menolak swab test.

"Kota Bogor itu wilayah tugas saya. Karena itu, saya akan mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi, mengapa menolak [diswab]," kata Bima Arya pada Jumat (27/11/2020). (Jan)

Sumber: Kompas TV



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved