Rabu, 14 April 2021
10 Samsat Baru di Provinsi Riau, 4 sudah Beroperasi dan 6 Segera Menyusul | Akun Fanpage Facebook Resmi Ustadz Abdul Somad Raib | Sebagian Warga Muslim di Aceh Baru Puasa Ramadhan Hari Ini | Rabu, Di Titik Wilayah Tertentu di Pekanbaru Mulai Diterapkan PPKM | Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda Desa Mantiasa, Bupati Serahkan Bantuan Rp100 Juta | STIE Bangkinang Lakukan Assessment Lapangan Bersama Badan Akreditasi Nasional
 
Sosial Budaya
Ridwan Kamil: Pemimpin Tidak Adil Masuk Neraka Duluan!

Sosial Budaya - - Rabu, 16/12/2020 - 20:26:11 WIB

SULUHRIAU - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melontarkan pernyataan mengejutkan menyikapi kegaduhan yang dipicu oleh peristiwa kerumunan massa pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Dia menegaskan, seluruh kegaduhan yang terjadi belakangan ini terkait Habib Rizieq karena dipicu oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD

"Menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud dimana penjemputan HRS ini diizinkan," tegas Ridwan Kamil, usai menjalani agenda pemeriksaan di Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, Rabu (16/12/2020).

Kang Emil, begitu sapaan akrab dirinya, juga menyinggung ajaran Islam yang menegaskan bahwa adil adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. Maka, menurutnya Mahfud MD harus bertanggung jawab agar adil, tidak hanya para kepala daerah yang dimintai klarifikasinya.

Sebagai pemimpin, kata Kang Emil, dirinya terus mencoba untuk berlaku adil di setiap saat. Hal itu menurutnya merupakan sebuah nilai yang tidak mudah karena adil sendiri adalah relatif.

“Tiap hari sebagai pemimpin, saya mencoba berlaku adil. Sebuah nilai yang tidak mudah karena adil juga adalah relatif. Pemimpin adil masuk surga duluan, pemimpin tidak adil juga masuk neraka duluan,” ujarnya, dikutip dari akun Instagram Kang Emil @ridwankamil Rabu malam.

“Namun, selama nalar dan spiritual sudah satu frekuensi, maka tidak ada alasan sebuah keputusan untuk ditunda. Dan hidup mengajarkan, apapun keputusan yang diambil tidak akan pernah bisa menyenangkan semua pihak. Karena hidup tidak seindah drama korea,” sambung Kang Emil.

Terkait kekisruhan yang semakin menjadi, Kang Emil mengatakan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam peristiwa kerumunan massa pendukung Habib Rizieq harus menjalani proses hukum yang sama seperti yang dijalaninya, demi keadilan.

Seperti diketahui, Polda Jabat telah memanggil sejumlah pejabat di Pemprov Jabar dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk dimintai klarifikasi terkait kerumunan massa Habib Rizieq di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dimana Salahnya

Sementara itu, Mahfud MD menjawab tudingan Ridwan Kamil  Menteri Kordinator Bidang PolitHukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi pernyataan keras Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang menyebut dirinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kegaduhan peristiwa kerumunan massa pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Mahfud MD mangatakan siap bertanggung jawab. “Siap, Kang RK. Sy bertanggungjawab. Sy yg umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia krn dia punya hak hukum utk pulang. Sy jg yg mengumumkan HRS blh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Sy jg yg minta HRS diantar sampai ke Petamburan,” kata Mahfud MD dalam cuitannya di Twitter, Rabu (16/12/2020).

Mahfud menambahkan bahwa diskresi pemerintah diberikan untuk penjemputan, pengamanan, dan pengantaran dari bandara sampai ke Petamburan. “Itu sudah berjalan tertib sampai Habib Rizieq Shihab benar-benar tiba di Petamburan sore. Tapi acara pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan orang sudah di luar diskresi yang saya umumkan,” tutur Mahfud.

Mahfud juga balik bertanya, bahwa kepulangan Habib Rizieq adalah hak yang harus dilindingan. “Dimana salahnnya? Dia kan tak bisa dilarang pulang, dan diskreasi penjemputannya harus diantar sampai rumah. Sesudah diantar sampai rumah ya selesai,” jelasnya.

Sumber: Okezone.com
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved