Kamis, 25 Februari 2021
Tiga Pasangan Kepala Daerah di Riau Dilantik di Pekanbaru Jumat Ini | Pimpin Apel Penanggulangan Karhutla di Mapolres Tanjungpinang, Wako: Sarana Pemadam Masih Terbatas | BPN Meranti Sebut tak Pernah Terbitkan Izin HGU di Desa Mengkikip | Cegah Karhutla di Kecamatan Bonai, Tim Gabungan Lakukan Patroli Lewat Udara | Kasatpol PP Pekanbaru Bersama Kpolresta Tinjau Posko PPKM dan Sosialisasi Prokes Covid-19 | 3 ASN Pemko Dumai dan 7 Swasta Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Zulkilfli AS
 
Hukrim
Kaki Pria di Rohil Putus Ditebas Parang, Pelaku Sebut Korban Sering Mencuri Buah Sawitnya

Hukrim - - Jumat, 08/01/2021 - 14:26:20 WIB

SULUHRIAU, Rohil - Warga berinisial MM (37) dianiaya di Jalan Pelajar, KM 8, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir pada Kamis (7/1/2021). MM mengalami putus kaki kirinya ditebas dengan parang oleh JG (36) karena MM diduga sering mencuri buah sawit miliknya.

Kapolres Rokan Hilir (Rohil) AKBP Nurhadi Ismanto mengatakan, kejadian berawal saat pelapor JE sedang memanen buah sawit di seputaran rumahnya. Pada saat itu, datang 1 orang perempuan yang tidak dikenal memberitahu bahwa kaki abang pelapor putus karena dibacok oleh orang.

Selanjutnya, pelapor bergegas menuju lokasi dengan sepeda motor. Saat pelapor tiba di lokasi, ia melihat abangnya berinisial MM yang mencuri buah sawit tergeletak di jalan, dalam keadaan kaki kiri putus dan bersimbah darah.

"Selanjutnya pelapor mengangkat abangnya menuju ke Puskesmas. Selanjutnya pelapor memberitahukan kejadian tersebut ke istri korban dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Bangko Pusako," ucap Nurhadi, Jumat (8/1/2021).

Ditambahkan
, pelaku berinisial JG yang membacok korban, menyerahkan diri ke Pos Lantas KM 13 dan dijemput oleh anggota kepolisian hingga dibawa ke Polsek Bangko Pusako.

"Ketika diinterogasi, pelaku mengaku melakukan penganiayaan yang menyebabkan kaki kiri korban putus, dikarenakan korban sudah sering mencuri buah kelapa sawit milik pelaku," jelasnya.

Pelaku membacok kaki kiri korban hingga putus dengan menggunakan sebilah parang, dan saat ini barang bukti tersebut sudah diamankan polisi.

"Saat ini korban masih belum bisa diminta keterangan karena kondisi-nya belum stabil. Dari saksi-saksi yang ada, pelaku dan korban ini rebutan masalah panen pohon sawit di tanah (milik) Chevron, dimana mereka ini sama-sama mengklaim bahwa mereka yang menanam-nya," pungkasnya. (*rls)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved