Kamis, 21 Januari 2021
Belajar Tatap Muka di Sekolah Pekanbaru Belum Bisa Dimulai, Dikarenakan Ini | Tiga Kabupaten di Riau Mulai Laksanakan Belajar Tatap Muka, Meranti Segera Menyusul | Sepekan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Riau, Sudah 789 Orang Divaksin | Buka MTQ Kecamatan Rangsang, Rosdaner Harap dengan Berkah Al Qur'an Allah Angkat Wabah Covid-19 | Cegah Covid -19, Wako Rahma Bagikan Masker ke Pedagang Pasar Baru | DPR Sebut Komjen Listyo New Hope
 
Daerah
Dalih Minjam, Oknum Pegawai BRI Cabang Selatpanjang Diduga Bawa Kabur Uang Sejumlah Nasabah

Daerah - - Rabu, 13/01/2021 - 12:33:47 WIB

SULUHRIAU,  Meranti-  Oknum pegawai BRI Cabang Selatpanjang diduga membawa kabur uang sejumlah nasabah dengan total kerugian hampir Rp 400 juta.

Para nasabah yang merasa uangnya dibawa oknum tersebut kecewa karena merasa ditipu dan berniat akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib.

Para nasabah apes ini mempertanyakan uang mereka yang diduga dibawa kabur oleh salah seorang oknum pegawai Bank BRI Cabang Selatpanjang. Rata-rata para nasabah ini merasa tertipu terhadap apa yang dijanjikan dan ditawarkan oleh oknum pegawai BRI itu.

Modusnya, oknum pegawai Bank BRI bernama Fahru ini menawarkan pinjaman bank program Kupedes kepada sejumlah nasabah, namun setelah uangnya cair, oknum pegawai BRI tersebut malah meminjamkan uang itu. Selain itu ada juga nasabah yang hanya meminjam atas nama saja, sementara itu uang yang dipinjam sepenuhnya dipinjamkan kepada oknum pegawai Bank tersebut.

Adapun nominal uang yang dipinjam tersebut jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Hingga saat ini Fahru sudah dipecat dari tempat kerjanya, sementara itu uang nasabah yang sudah terlanjur dipinjamkan tidak dikembalikan, sementara itu keberadaannya tidak lagi diketahui.

“Uang saya lenyap sebesar Rp 20 juta. Sementara uang itu saya gunakan untuk modal usaha, hingga saat ini Fahru yang merupakan pegawai Bank BRI tidak bisa dihubungi lagi,” kata Aji salah seorang nasabah yang merasa ditipu minggu lalu.

Nasabah lainnya juga merasa ditipu dengan apa yang dilakukan oleh eks pegawai Bank tersebut, dimana uang yang dipinjamkannya dari Bank sepenuhnya untuk Fahru.

“Uang saya Rp100 juta semuanya untuk Fahru, awalnya saya percaya saja apa yang dia katakan, karena dia membawa embel-embel Bank BRI,” kata Mardian.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank BRI Selatpanjang, Didi yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan terkait proses pencairan yang dilakukan pihak Bank tidak ada masalah, hanya saja ketika uang yang sudah dicairkan dipinjamkan kepada oknum pegawai Bank BRI pihaknya tidak mengetahui hal itu karena sudah berada di luar wewenangnya.

“Ini bukan masalah kreditnya yang tidak benar, nasabah itu sudah kita survei sebelumnya, apakah layak atau tidak menerima. Kalau dibilang bagi dua dengan Fahru, pasti ditolak oleh pemutus. Setelah cair mungkin Fahru minta, apakah ditekan atau memang sudah ada perjanjian sebelumnya kita kan tidak tahu, itu sudah diluar kewenangan BRI,” kata Didi kepada media ini saat dijumpai di rung kerjanya, Selasa (12/1/2021).

Mendapatkan laporan itu, kata Didi pihaknya segera memanggil Fahru untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut.

“Setelah saya tahu dia berbuat seperti itu, kemudian saya panggil bersangkutan, kemudian dia mengakui sambil menangis dan dia mengatakan jika ada kebutuhan. Lalu saya bilang dia harus menyelesaikan hal ini agar persoalan tidak bertambah besar, namun setelah itu dia kabur entah kemana,” ujar Didi.

Karena sudah lama tidak ada kabar berita, akhirnya pihak Bank BRI memecat Fahru, selain itu dia juga belum berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Fahru itu kita PHK kan sejak bulan Desember lalu, namun itu bukan karena kasus, melainkan dia mangkir dari pekerjaan atau tidak masuk kantor selama sebulan dan sebelumnya dia tidak saya kasi jabatan sampai dia mau menyelesaikan persoalannya itu,” ungkapnya.

Terkait persoalan kredit yang dihadapi nasabah, pihak BRI berjanji akan mencarikan solusi terbaik yang tidak memberatkan.

“Sebelumnya kita tidak pernah ada masalah dengan nasabah. Jika mereka ada kendala kesulitan untuk bayar, segera laporkan, solusinya akan kita cari. Kita bukan swasta yang kayak ada preman gitu, kita cari solusi seperti apa. Kalau saya menilai rugi kalau nasabah harus menempuh jalur hukum, karena selama ini kita memang tidak masalah dan penyalurannya sudah benar,” tuturnya.

Hingga saat ini Didi tidak mencium adanya keterlibatan karyawan lainnya dan dirinya juga masih meyakini bahwa masih banyak nasabah yang masih percaya dengan BRI cabang Selatpanjang.

“Hingga saat ini tidak ada keterlibatan pimpinan dan karyawan lainnya dan ini murni personal dilakukan oleh oknum tersebut. Dan saya masih percaya BRI belum jelek-jelek sangat namanya karena saat ini masih banyak nasabah yang mempercayai kami dan pinjaman serta usaha mereka terus tumbuh,” pungkasnya. (tmy)




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved